Wartajakarta.com-Kader PKK Kelurahan Abadijaya, Depok Sukses dibekali metode membangun kosakata bahasa Inggris yang menyenangkan melalui pelatihan “Building Vocabulary: Fun and Easy Activities for Kids at Home”. Kegiatan yang digelar tim dosen Fakultas Komunikasi dan Bahasa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) pada Sabtu (2/5/2026) di Aula Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok ini bertujuan menjadikan para kader sebagai guru bahasa Inggris pertama yang menyenangkan bagi anak-anak mereka di rumah.
Pelatihan ini lahir dari keprihatinan terhadap masih rendahnya pemahaman orang tua dalam mengajarkan bahasa Inggris secara efektif kepada anak. Berdasarkan hasil analisis situasi yang dilakukan tim dosen UBSI, para kader PKK Abadijaya menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan penguasaan kosakata bahasa Inggris dalam konteks sehari-hari, kurangnya pemahaman teknik pengajaran yang tepat, serta minimnya pelatihan relevan di bidang pendidikan bahasa Inggris.
Di balik pelatihan ini, berdiri tim pengabdian masyarakat UBSI yang solid dan multidisiplin. Mereka diantaranya Ketua pelaksana kegiatan sekaligus dosen UBSI Euis Meinawati dan anggota Prapti Wigati Purwanungrum, Sri Arfani, Elpa Hermawan, Alvita Nurliani, Olivia Aida Sabrina, Febri Azwar Ilham, dan Rahajeng Chintami Evananda Desnita R.
Para dosen ini berharap kegiatan yang mereka rancang tidak berhenti sebagai pelatihan satu kali, melainkan menjadi langkah awal dari pendampingan berkelanjutan bagi 30 kader PKK Abadijaya.
Euis Meinawati, menjelaskan bahwa pendekatan yang tepat sangat menentukan minat belajar anak, terutama untuk mata pelajaran bahasa asing seperti bahasa Inggris.
“Kami melihat selama ini orang tua sering kali merasa kesulitan atau kurang percaya diri saat mengajarkan bahasa Inggris kepada anak. Padahal, banyak aktivitas sederhana di rumah yang bisa diubah menjadi permainan edukatif. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali 30 kader PKK Abadijaya dengan teknik membangun kosakata yang fun dan mudah, sehingga anak-anak tidak merasa tertekan saat belajar,” ujar Euis saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Pelatihan berlangsung dalam tiga sesi interaktif. Sesi pertama berupa ceramah, di mana tim dosen dari Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris UBSI menyampaikan materi tentang teknologi dan media pembelajaran yang sesuai untuk anak. Sesi kedua adalah diskusi dan pengerjaan latihan soal tertulis yang bertujuan mengukur level pemahaman awal para peserta. Sesi ketiga merupakan praktik langsung, di mana 30 kader PKK diminta membentuk kelompok kecil, kemudian berlatih mengajar menggunakan berbagai platform pembelajaran yang telah diperkenalkan.
Dalam sesi praktik, para kader PKK dengan antusias mempraktikkan berbagai aktivitas sederhana. Mereka mencoba flashcard games, word guessing, hingga bernyanyi bersama dalam bahasa Inggris. Suasana aula pun berubah menjadi ceria dan penuh tawa. Metode fun learning ini sengaja dipilih agar anak-anak tidak merasa bosan atau tertekan saat belajar kosakata baru di rumah bersama orang tua mereka.
Salah satu peserta dari 30 kader PKK yang hadir, Lia Cahyani, mengaku sangat terbantu dengan pelatihan ini. Menurutnya, selama ini ia merasa bingung membuat anaknya tertarik belajar bahasa Inggris tanpa harus mengikuti les privat yang mahal.
“Kegiatannya luar biasa menyenangkan. Saya jadi paham bahwa mengajarkan kosakata itu tidak harus selalu dengan duduk manis di meja belajar. Ternyata sambil bermain peran, mewarnai, atau bahkan sambil masak di dapur, kita bisa mengajarkan bahasa Inggris. Ilmu ini langsung saya praktikkan ke anak saya di rumah. Terima kasih kepada ibu-ibu dosen UBSI,” tutur Lia dengan penuh semangat.
Tim dosen UBSI berharap ilmu yang telah diberikan terus diamalkan oleh 30 kader PKK Abadijaya. Target yang ingin dicapai meliputi peningkatan pengetahuan dan keterampilan para kader dalam mengajarkan kosakata bahasa Inggris, terciptanya lingkungan belajar yang kondusif di rumah masing-masing, serta publikasi hasil kegiatan di media massa untuk menginspirasi masyarakat luas.
“Semoga ke depan program serupa bisa menjangkau lebih banyak kader PKK di wilayah Depok dan sekitarnya, demi mewujudkan generasi muda yang lebih percaya diri berbahasa Inggris sejak dini,” pungkas Euis Meinawati.