Wartajakarta.com-Prospek pariwisata inbound Indonesia secara umum lebih cerah dibandingkan sebelumnya,hal ini disambut sangat baik dari kalangan industri pariwisata
Setelah lama tersisihkan oleh Bali sebagai pusat wisata inbound Indonesia, Jakarta kini berupaya keras merebut kembali posisinya sebagai destinasi utama bagi wisatawan mancanegara. Hal ini diungkapkan oleh Jongki Adiyasa, yang baru saja terpilih sebagai Ketua Indonesia Inbound Tours Operators Association (IINTOA) DKI dan Banten periode 2025-2029, dalam Musyawarah Daerah IINTOA yang dibuka oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta.
Lebih lanjut,Jongki mengatakan potensi Jakarta yang luar biasa, melampaui sekedar ibukota. Ia berencana untuk mempromosikan beragam destinasi menarik di Jakarta dan sekitarnya, bekerja sama dengan Disparekraf DKI Jakarta. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah maraknya agen perjalanan online (OTA) tak berlisensi yang beroperasi tanpa tanggung jawab. IINTOA berkomitmen untuk meningkatkan kurasi dan memastikan pelaku industri pariwisata beroperasi secara profesional dan bertanggung jawab, termasuk melalui sertifikasi profesi.
Sherly Yuliana, Kabid Pemasaran dan Atraksi Disparekraf DKI Jakarta, menyatakan komitmen Pemprov DKI untuk memfasilitasi industri pariwisata Jakarta dalam berbagai pameran internasional, seperti Arabian Travel Mart (ATM) Dubai, World Travel Market London, ITB India di Mumbai, dan sales mission di Malaysia dan Tiongkok. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan visibilitas Jakarta di mata wisatawan mancanegara.
Strategi pemasaran yang terarah juga diterapkan. Data Disparekraf menunjukkan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Jakarta sebesar 27,32% di tahun 2024, mencapai 2.499.463 orang. Target untuk tahun ini diproyeksikan naik 10-20%. Sasaran utama adalah Gen Z dan Milenial, dengan penawaran destinasi yang “happening” seperti Blok M, serta destinasi klasik seperti Ancol dan Kepulauan Seribu untuk menarik minat wisatawan dari Malaysia dan Tiongkok, dua pasar utama Jakarta.
Dengan strategi terpadu antara IINTOA dan Disparekraf DKI Jakarta, Jakarta siap untuk kembali bersinar sebagai destinasi wisata inbound yang mumpuni dan menarik bagi wisatawan internasional.
Kedepannya kami ingin fokus untuk mempromosikan pariwisata di wilayah Jakarta dan juga Banten kita ketahui bersama masih banyak tempat-tempat yang potensial untuk dikunjungi termasuk juga di daerah banten diharapkan pemerintah daerah bisa membantu saling kerjasama bersinergi,tutup Jongki.