WartaJakarta.com – Jakarta
Jakarta kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui *Jakarta Provoke! 2026*, pameran seni rupa yang berlangsung di Taman Menteng, Jakarta Pusat , pada 17–26 Juli 2026 . Mengusung semangat menjadikan ruang publik sebagai wadah dialog dan ekspresi artistik, pameran ini menghadirkan kolaborasi 25 seniman/perupa dan 25 kurator Jakarta.
Pameran dibuka pada Jumat (17/7/2026) dan diresmikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno . Selama sepuluh hari penyelenggaraan, masyarakat diajak menikmati karya-karya seni yang merefleksikan wajah Jakarta dari berbagai sudut pandang, mulai dari dinamika sosial, keberagaman budaya, hingga persoalan perkotaan yang terus berkembang.
Berbeda dengan pameran yang berlangsung di ruang galeri, Jakarta Provoke! memilih Taman Menteng sebagai ruang publik yang memungkinkan masyarakat berinteraksi langsung dengan karya seni. Kehadiran pameran di ruang terbuka menjadikan seni lebih dekat, inklusif, dan dapat dinikmati oleh siapa saja.
Salah satu karya yang menarik perhatian pengunjung adalah *Bersiasat #2: Becak – Ruang Publik”* karya seniman *Jimmy Silaen*. Melalui instalasi ini, Jimmy menghadirkan becak bukan sekadar sebagai kendaraan tradisional, melainkan sebagai simbol perjalanan sejarah kota, ruang pertemuan warga, sekaligus medium kritik terhadap perubahan wajah Jakarta.
Dalam pandangan Jimmy, becak yang dahulu bergerak menyusuri jalan-jalan ibu kota kini memang berhenti. Namun justru dalam keadaan diam itulah becak menemukan makna baru. Ia tidak lagi mengangkut penumpang, melainkan membawa ingatan, cerita, dan kebersamaan masyarakat yang pernah tumbuh bersamanya.
“Becak menjadi artefak hidup yang menolak dilupakan. Di tengah perkembangan kota yang terus menyingkirkan ruang-ruang bagi kehidupan yang lebih lambat dan sederhana, becak hadir sebagai simbol perlawanan kultural,” ungkap Jimmy Silaen.
Tubuh becak dipenuhi berbagai tulisan grafis yang merepresentasikan suara jalanan—ekspresi spontan yang lahir dari ruang-ruang publik. Jika dahulu becak identik dengan kisah perjalanan antara pengayuh dan penumpangnya, kini kendaraan itu berubah menjadi ruang berkumpul, berbincang, hingga bermain bersama.
Di bagian atas instalasi berdiri miniatur rumah-rumah kaum urban yang saling berhimpitan. Elemen ini menggambarkan kehidupan masyarakat kelas pekerja yang hidup di pinggiran kota, namun justru menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi Jakarta. Para pengemudi, buruh, pedagang, hingga pekerja sektor informal digambarkan sebagai fondasi yang menjaga kota tetap bergerak, meski keberadaan mereka kerap luput dari perhatian.
Makna sosial tersebut semakin kuat melalui kehadiran papan permainan ludo yang ditempatkan di atas becak. Permainan sederhana itu dimaknai sebagai metafora dinamika kehidupan perkotaan. Setiap langkah bidak melambangkan strategi bertahan hidup, benturan kepentingan, hingga perebutan ruang di tengah derasnya pembangunan kota.
“Bagi masyarakat kecil, hidup adalah soal terus bersiasat menghadapi aturan, pembangunan, dan kekuasaan yang sering kali berjalan tanpa benar-benar melihat keberadaan mereka,” jelas Jimmy,Jumat ( 17/7) 2026 di Jakarta
Sementara itu, roda becak menjadi simbol perjalanan hidup yang terus berputar. Ia mengingatkan bahwa setiap orang selalu dihadapkan pada pilihan untuk terus bergerak maju atau terjebak dalam keadaan yang sama.
Melalui *Bersiasat #2: Becak – Ruang Publik “Jimmy Silaen mengajak masyarakat melihat becak dari perspektif yang berbeda. Kendaraan yang selama ini identik dengan nostalgia itu bertransformasi menjadi ruang publik alternatif, tempat bertemunya ingatan kolektif, kritik sosial, dan refleksi atas kehidupan urban.
Karya ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik laju modernisasi Jakarta, selalu ada kisah masyarakat yang terus berjuang mempertahankan ruang hidup, identitas, dan kemanusiaannya. Kehadiran karya Jimmy Silaen di Jakarta Provoke! 2026 memperkaya narasi pameran tentang kota sebagai ruang hidup yang terus bergerak, sekaligus menegaskan bahwa seni mampu menjadi media dialog antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.