WartaJakarta.com-Jakarta
Komitmen dalam memperkuat sektor usaha mikro kembali ditunjukkan oleh PT Magfood Inovasi Pangan melalui pelatihan produksi snack yang digelar di Amazy Family Resto, kawasan Jakarta Selatan. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan langkah konkret untuk membantu pelaku UMKM memahami standar produksi yang lebih profesional dan kompetitif.
Pelatihan ini dirancang komprehensif—mulai dari pemahaman dasar industri makanan ringan, pemilihan bahan baku berkualitas, hingga teknik pengolahan yang tepat sesuai SOP. Tidak hanya teori, peserta juga diajak melihat langsung demo pembuatan produk, termasuk proses produksi keripik pisang yang detail: dari pemilihan tingkat kematangan bahan, teknik penggorengan dengan suhu stabil, hingga pemilihan minyak agar hasil lebih renyah dan tahan lama.
PT Magfood Inovasi Pangan menggelar Pelatihan UMKM Snack yang ditujukan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang makanan ringan.
Kegiatan yang berlangsung Kamis, (12 /2) 2026, bertempat di Amazy Family Resto, Duren Tiga, Jakarta Selatan menghadirkan Azka Ainun A N S.TP, M.Sc, selaku pembicara dari tim Research and Development (RnD) PT Magfood Inovasi Pangan.

Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman menyeluruh terkait industri snack, mulai dari pengertian industri snack, pemilihan bahan baku, hingga cara pengemasan dan penyimpanan produk jadi.
Selain itu, pelatihan juga membahas aspek teknis seperti pengolahan dan produksi sesuai SOP, demo pengaplikasian, serta product matching untuk membantu pelaku UMKM mengembangkan produk yang lebih kompetitif di pasar.
Yanty Melianty Isa, Founder PT. Magfood Inovasi Pangan dan PT MagFood Amazy Internasional mengatakan pelatihan kewirausahaan berbasis produksi makanan ringan terus digalakkan untuk mendorong lahirnya lebih banyak pengusaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia.
Salah satunya melalui pelatihan produksi snack kering yang rutin digelar oleh Magfood dan MagFood Amazy. Pelatihan ini difokuskan secara khusus pada satu jenis produk agar peserta benar-benar memahami proses produksi secara mendalam.
Pada sesi ini, materi difokuskan pada pembuatan keripik pisang, mulai dari pemilihan jenis pisang, usia buah yang ideal, suhu penggorengan yang tepat sekitar 150 derajat Celsius hingga pemilihan jenis minyak agar menghasilkan keripik yang kering dan tahan hingga satu tahun.
“Pelatihan ini memang khusus snack, tidak bisa dicampur dengan produk lain. Tujuannya agar kualitas produk benar-benar terjaga,” ujarnya, kepada WartaJakarta.
Pelatihan snack kering ini tercatat sudah memasuki penyelenggaraan yang kesekian kalinya, sementara program pelatihan lainnya telah berjalan sejak 2013.
Bahkan secara keseluruhan, MagFood Amazy dan Amazy Family Resto telah konsisten menggelar pelatihan kewirausahaan selama lebih dari 25 tahun, dengan topik yang terus disesuaikan dengan perkembangan zaman.
Menurut Yanti, menjadi pengusaha tidak bisa instan. Proses belajar membutuhkan waktu dan tahapan, layaknya pendidikan formal.
Namun, untuk mempercepat lahirnya wirausaha baru, tersedia kelas akselerasi melalui program kemitraan dan franchise dengan modal terjangkau.
Salah satu contohnya adalah kemitraan Amazy, di mana masyarakat sudah bisa menjadi dropshipper atau reseller dengan modal mulai dari Rp500 ribu hingga Rp1 juta.
Program-program ini diharapkan mampu menumbuhkan mental wirausaha di tengah sulitnya lapangan pekerjaan. “Indonesia butuh lebih banyak pengusaha. Walau hanya membuka satu atau dua lapangan kerja dari rumah, itu sudah membantu roda ekonomi,” tutupnya.