Connect with us

Nasional

Mengapresiasi Transjakarta Tingkatkan Pelayanan Bagi Penumpang

 

Oleh: Windu Lestari *

Wartajakarta com-PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berupaya meningkatkan pelayanan bagi penumpang antara lain melalui penempatan petugas keamanan dan penambahan bus bagi perempuan. Langkah ini patut untuk diapresiasi luas masyarakat, yang diharapkan dapat efektif mencegah pelecehan seksual dan memberikan rasa aman kepada penumpang.

Di masa sekarang ini, sudah tersedia banyak jenis transportasi umum yang menjadi pendukung aktivitas kita sehari-hari. Salah satunya transportasi umum adalah bus Transportasi Jakarta atau yang kita kenal dengan sebutan Transjakarta milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta.

Demi meningkatkan kualitas pelayanan, Transjakarta baru-baru ini menambah armada bus khusus bagi perempuan. Setidaknya, ada sekitar 20 unit tambahanan bus bercat pink tersebut. Tidak hanya menambah armada, Transjakarta juga memperluas cakupan wilayah operasi bus pink.

Penambahan armada bus pink diharapkan dapat menunjang mobilitas bagi kaum perempuan yang memiliki aktivitas seorang diri. Selain itu, perluasan operasi armada bus pink ini ditujukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyaman penumpang perempuan.

Terkait hal tersebut, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Transjakarta Apriastini Bakti Bugiansri mengungkapkan bahwa penambahan 20 armada bus khusus perempuan akan dilaksanakan secara bertahap

Untuk tahap I, sebanyak 15 armada bus pink yang dioperasikan di 5 koridor, yakni Koridor 2 (Pulogadung-Harmoni), Koridor 3 (Kalideres-Pasar Baru), Koridor 9 (Pinang Ranti-Pluit), Koridor 13 (Ciledug-Tendean), dan PGC Harmoni (5C).

Untuk tahap II, ada penambahan 5 unit armada bus khusus perempuan ini sehingga seluruh menjadi 20 unit dengan jangakauan tujuh rute. Tahapan bus pink ini juga beroperasi di Koridor 3 (Kalideres-Pasar Baru) dan Koridor 6 (Ragunan-Dukuh Atas), serta Rute Puribeta-Dukuh Atas (13C).

Apriastini, juga menjelaskan bahwa Transjakarta tidak hanya menambah jumlah bus merah muda tersebut, tetapi juga memperkuat sistem keamanan di semua jalur layanan. Selain itu, armada bus reguler di TransJakarta juga memiliki ruangan khusus wanita dan dilengkapi kamera pengawas (CCTV) untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pelanggan.

Dalam rangka meningkatkan keamanan, pihak Transjakarta juga turut menempatkan petugas keamanan, tidak hanya di halte bus namun juga di dalam bus. Petugas tersebut diharapkan dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi penumpang sekaligus menekan aksi kriminalitas seperti pelecehan seksual ataupun pencurian.

Para petugas di bus Transjakarta tersebut nantinya akan berseragam lengkap dan akan melaksanakan patroli secara mobile di dalam bus Transjakarta. Dengan adanya para petugas ini diharapkan dapat membantu para penumpang, khususnya para perempuan dari aksi kejahatan predator seksual.

Pelecehan seksual di dalam transportasi umum memang perlu menjadi perhatian sejumlah pihak. Seperti baru – baru ini, pada Sabtu (25/2/2023) seorang perempuan dilecehkan di dalam bus Transjakarta jurusan Kampung Melayu-Tanah Abang. Penumpang itu dilecehkan secara seksual saat tidur oleh penumpang yang duduk di sebelahnya.

Meskipun pihak Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa pelaku pelecehan seksual terhadap korban telah ditangkap, namun tentunya peristiwa tersebut akan meninggalkan kesan trauma terhadap korban. Apalagi diketahui bahwa sebelum itu, pelecehan di dalam bus Transjakarta juga sudah berulang kali terjadi.

Pelecehan seksual di bus Transjakarta memang bukan kali pertama terjadi. Pada 2022 juga marak kasus pelecehan seksual. Bahkan, korbannya tidak hanya perempuan, namun juga penumpang laki-laki yang turut dilecehkan oleh penumpang laki-laki lainnya.

Sebelumnya, pihak Transjakarta pun sudah melakukan tindakan untuk menugaskan petugas layanan bus (PLB) yang mendampingi bus penumpang perempuan. Baik pengemudi dan PLB yang bertugas semuanya adalah perempuan. Transjakarta juga telah mendirikan 112 Alert Line atau Hotline dan Titik Pengaduan Sahabat Anak dan Perempuan (POS SAPA) agar Anda dapat melapor jika melihat atau menjadi korban pelecehan seksual. PT Transportasi juga telah melakukan beberapa upaya yang dirasa efektif untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual di Transjakarta. Oleh sebab itu demi meningkatkan keamanan para panumpangnya, Transjakarta terus berinovasi mencegah berbagai tindak kejahatan di transportasi umum tesebut.

Menyikapi masih adanya kasus kriminalitas di Transjakarta, Pengamat transportasi Darmaningtyas menilai, petugas memiliki keterbatasan dalam dalam mengatasi persoalan pelecehan seksual. Hal ini lantaran pramusapa tidak mungkin melihat penumpang satu persatu.

Tidak hanya itu, Darmaningtyas menilai bahwa penambahan bus khusus perempuan memang benar-benar menjadi cara efektif untuk menekan kasus pelecehan di Transjakarta. Oleh sebab itu, dirinya meminta agar PT Transjakarta terus menambah jumlah armada bus khusus penumpang perempuan.

Penulis menilai bahwa manajemen Transjakarta memastikan untuk selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik dan melindungi pelanggan dari segala bentuk gangguan keamanan. Dan ketika hal yang tidak diinginkan terjadi seperti kriminalitas ataupun pelecehan seksual, pihak Transjakarta akan memberikan pelanggannya kebebasan menggunakan hak hukumnya, dengan melalui jalur penegakan hukum hingga pihak berwajib.

Penempatan petugas keamanan serta penambahan bus khusus perempuan menjadi bukti konkret Transjakarta dalam memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para penumpangnya. Di sisi lain, pihak Transjakarta juga telah melaksanakan sejumlah revitalisasi halte penumpang. Dengan adanya program-program tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak khawatir menggunakan Transjakarta dan dapat segera beralih menggunakan moda transportasi massal yang lebih nyaman serta efisien.

* Penulis adalah pemerhati dan pengguna transportasi umum, tinggal di Jakarta

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

More in Nasional