Wartajakarta.com-Menteri Koperasi pada Kabinet Merah Putih, Budi Ari Setiadi menerima kunjungan audiensi dari Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari Frans Meroga Surung Raja Panggabean, MM, MBA. Dalam pertemuan tersebut Menteri Koperasi membahas peluang kolaborasi strategis guna memperkuat sektor koperasi nasional. Pertemuan ini menjadi wadah diskusi mengenai visi bersama dalam mendorong kemajuan koperasi melalui inovasi dan teknologi inklusif. Fokus utamanya adalah pengembangan digitalisasi koperasi dengan integrasi super apps untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Diharapkan kolaborasi ini mempercepat transformasi koperasi desa, memperluas akses layanan, dan meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi di seluruh Indonesia.
Dalam kunjungan yang berlangsung pada Kamis, 22 Mei 2025 serta bertempat di Kantor Kementerian Koperasi Republik Indonesia tersebut dihadiri pula oleh jajaran jajaran pengurus, pengelola KSP Nasari serta pengurus Nasari Group, Frans presentasikan Model Bisnis Kopdes Merah Putih yang dirancang dengan pedekatan ekosistem terintegrasi. Koperasi ini menggabungkan tujuh unit usaha yang salin terhubung, menciptakan sinergi layanan dan efisiensi operasional melalui digitalisasi.
“Kami akan mengeksplorasi bagaimana setiap unit berkontribusi pada keseluruhan ekosistem, memberikan nilai tambah bagi anggota koperasi, masyarakat desa, dan investor potensial dan Mari kita lihat bagaimana Kopdes Merah Putih menjadi model koperasi desa modern yang berkelanjutan” ujar Frans.
Tata kelola Kopdes Merah Putih dirancang untuk memasnkan profesionalisme pengelolaan sekaligus mempertahankan prinsip koperasi yang demokratis dan berorientasi anggota. Sistem ini mengakomodasi partisipasi aktif anggota sambil tetap memungkinkan pengambilan keputusan bisnis yang efisien dan efektif.
Frans yang juga merupakan yang juga penulis buku The Prabowo Mind sampaikan bahwa pendekatan terintegrasi ini menciptakan keunggulan kompetitif bagi Kopdes Merah Putih dibandingkan koperasi tradisional. Dengan memahami hubungan antar unit, pengurus dapat mengoptimalkan alokasi sumber daya dan memaksimalkan dampak positif bagi anggota dan masyarakat desa.
Budi Arie sangat mengapresiasi apa yang disampaikan oleh Frans Meroga dimana dengan tata kelola Kopdes Merah Putih secara profesionalisme sekaligus dengan digitalisasi akan memberikan potensi yang sangat besar seperti API ke Bank Himbara/LPDB untuk pembiayaan, Payment Gateway untuk sistem pembayaran, QRIS, Integrasi dengan logistik lokal (GoSend, SiCepat, Lalamove, dil).
Kopdes Merah putih diharapkan bisa sebagai Forum komunitas desa, Notifikasi subsidi/bantuan pemerintah, Kalender kegiatan koperasi/pelatihan/panen sehingga hasil produksi warga dapat terserap dan bisa bertahan lebih lama.
“Kopdes Merah Putih mengadopsi pendekatan bisnis terintegrasi di mana setiap unit usaha beroperasi secara mandiri namun saling mendukung. Integrasi ini menciptakan aliran nilai yang berkelanjutan, di mana keberhasilan satu unit memperkuat unit lainnya. Desain ini memungkinkan koperasi memanfaatkan basis pelanggan yang beragam, mengoptimalkan sumber daya, dan menciptakan ketahanan ekonomi lokal” pungkas Frans Meroga yang juga menjabat sebagai ketua Umum Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI).