Connect with us

Ragam

Merasa Tidak Mendapatkan Keadilan Andy Lapor ke Jamwas dan Komisi Kejaksaan

Wartajakarta.com-Masih belum mendapatkan keadilan yang diharapkan dimana terdakwa tidak juga dieksekusi,terdakwa diduga keburu kabur ke luar negeri. Akhirnya, Andi Lapor ke Jamwas dan komisi yudisial.

Andy Cahyady merupakan seorang WNI korban penganiayaan oleh WNA bernama We Hai Guan, pada senen siang mendatangi kantor jaksa agung muda pengawasan kejaksaan
agung dan komisi kejaksaan Republik Indonesia.

Andi meminta agar dilakukan pemeriksaan kepada jaksa penuntut umum dalam perkara di pengadilan negeri Jakarta Utara no :1573/PID .B/2020/PN Jakarta Utara .Andi menyesalkan sejak awal persidangan jaksa penuntut umum tidak melakukan cekal padahal terdakwa tidak ditahan dalam rutan.Sehingga sangat beresiko Wen Hai Guan kembali ke negara asalnya Singapura bahkan setelah tingkat banding,terdakwa juga tidak di cekal hingga putusan pengadilan tinggi DKI Jakarta berkekuatan hukum tetap,yaitu menyatakan Wen Hai Guan bersalah telah melakuka penganiayaan.Jaksa juga dianggap lambat dalam melakukan proses
eksekusi kepada terdakwa sehingga diduga kuat terdakwa sudah keburu pulang ke negara asalnya.

Atas hal ini,Andi Cahyady merasa tidak mendapatkan keadilan ,dan memohon Jamwas dan komisi kejaksaan menindak jaksa yang dianggap telah lalai.

Sebelumnya pengadilan negeri jakarta utara dan pengadilan tinggi DKI Jakarta memutuakan terdakwa Wen Hai Guan bersalah melakukan penganiayaan terhadap Andy Cahyady.Terdakwa dihukum pidana 6 bulan penjara potongan masa tahana kota,peristiwa pemukulan tersebut terjadi pada tanggal 17 Agustus 2018,Andy sebelumnya pernah ditahan dan sudah menjalani hukuman 6 bulan dalam kasus penganiayaan saat Wen Hai Guan menjadi korbanya.

Namun Andy yang seorang WNI merasa tidak mendapatkan keadilan karena saat ia yang menjadi korban justru Wen Hai Guan yang seorang WNA tidak
pernah ditahan hingga putusan telah berkekuatan hukum tetap.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

More in Ragam