Wartajakarta.com-Hari Hutan Nasional merupakan momentum refleksi dan kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian hutan tropis nusantara, melindungi keanekaragaman hayati, serta menghargai jasa para penjaga hutan demi masa depan bumi yang berkelanjutan.
Di saat para pecinta lingkungan hidup menggalakkan kampanye menjaga hutan, Pusat Kreativitas Bojonegoro (PUSKAB) bersama Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Bojonegoro meningkatkan kecintaan kepada lingkungan dengan menggelar pelatihan cipta inovasi minuman berbasis kearifan lokal.
Adib Nurdiyanto, M.Pd selaku ketua PUSKAB menyampaikan bahwa jika semua peserta pelatihan menyadari betapa banyak manfaat tanaman-tanaman yang ada di hutan, maka akan muncul rasa ingin menjaga dan melestarikan hutan.
Pelatihan diikuti puluhan UMKM perempuan yang memang mayoritas memiliki passion di bidang kuliner. Beberapa daun yang diolah dalam cipta inovasi ini antara lain daun kayu putih, daun anggur, daun mangga, dan daun kelengkeng. Sementara bahan lain yang juga digunakan dalam pelatihan adalah kayu secang, jahe, bunga Telang dan serai.
drg. Melly Utarini selaku peserta pelatihan mewakili IWAPI Bojonegoro dan RS Muna Anggita Bojonegoro cukup tertarik karena aneka daun, bunga, kayu dan rimpang ini bisa menghasilkan minuman kaya manfaat bagi kesehatan dengan warna, rasa dan aroma yang sangat menarik. Maka ini bisa menjadi peluang usaha baru bagi para peserta pelatihan, ujar pengelola salah satu toko oleh-oleh di Bojonegoro.
Tidak hanya pelatihan cipta produk minuman, pelatihan ini juga disandingkan dengan bazar gula pasir dengan harga termurah se-Indonesia, yakni hanya Rp. 15.000,- per kg untuk jenis produk gula pabrikan. Antusiasme peserta pelatihan sangat luar biasa dalam membeli gula pasir murah ini, bahkan ada yang sampai membeli lebih dari 1 karung, yakni sejumlah 22 kg.