WartaJakarta.com – Jakarta
Acara “Sound of Silaturahmi” menjadi salah satu kegiatan menarik di bulan suci Ramadan dengan memadukan nuansa kebersamaan dan hiburan musik yang santai serta penuh energi positif. Mengusung konsep “come hang out, break your fast, and enjoy some good vibes”, acara ini menghadirkan ruang bagi masyarakat—khususnya generasi muda dan komunitas musik—untuk berkumpul, mempererat silaturahmi, sekaligus menikmati momen berbuka puasa dalam suasana hangat dan menyenangkan.
Diselenggarakan pada Jumat (13/3/2026) di Glamz Antasari, Jakarta, acara ini dimeriahkan oleh penampilan sejumlah band seperti Domenica, Eleanor, dan Freedom. Kehadiran Reborn sebagai guest star menjadi salah satu daya tarik utama yang diharapkan mampu menghadirkan atmosfer hiburan yang lebih meriah bagi para pengunjung.

Menariknya, bertepatan dengan momentum Ramadan tahun ini, Reborn juga merilis singel religi terbaru berjudul “Lebaran Tanpa Ayah.” Cip Adol, dengan Lagu tersebut menghadirkan pesan emosional tentang kerinduan, kehilangan, serta makna kebersamaan keluarga saat Hari Raya. Kehadiran single ini sekaligus menjadi momen spesial bagi Reborn untuk berbagi karya yang lebih reflektif dan menyentuh hati para pendengar.
Tak hanya itu, MC Qenny yang memandu jalannya acara sehingga suasana semakin hidup dan interaktif. Dengan kombinasi musik, kebersamaan, serta semangat Ramadan, acara ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berbeda—lebih santai, hangat, dan penuh kebersamaan.
Vokalis Reborn, Raden Mas Abdillah Albert atau Allan, menjelaskan lagu ini sebenarnya bukan lagu religi, melainkan single bertema Ramadan dan Idul Fitri yang masih berkaitan dengan karya mereka sebelumnya berjudul Father.

“Reborn kembali hadir dengan karya terbaru. Tapi sebenarnya lagu ini bukan lagu religi, lebih ke single Ramadan Idul Fitri yang temanya masih nyambung dengan single kita sebelumnya yang berjudul Father,” ujar Allan saat acara Sound of Silaturahmi kepada WartaJakarta.
Allan menuturkan, lagu tersebut juga diciptakan oleh Adol, yang sebelumnya menggarap lagu Father. Menurutnya, “Lebaran Tanpa Ayah” menjadi simbol kelanjutan cerita dari lagu sebelumnya, yang menggambarkan perjalanan emosional tentang kehilangan sosok ayah.
“Lagu ini masih ada hubungannya dengan Father. Penciptanya juga Mas Adol. Jadi cerita lagu ini sebenarnya jadi simbol sambungan dari cerita kita yang sebelumnya,” kata Allan.
Sementara itu, Adol mengungkapkan ide lagu ini muncul secara spontan saat ia sedang merenung dan mencoba menyambungkan kisah dari lagu sebelumnya. Setelah lirik selesai, ia langsung mengirimkannya kepada Allan untuk dinyanyikan.
“Ide lagu ini datangnya dadakan. Waktu itu saya lagi merenung dan mencoba menyambung cerita dari lagu sebelumnya. Setelah ketemu, saya kirim liriknya ke Allan, saya bilang, ‘Oke, mau dinyanyiin nggak?’ Akhirnya mau dinyanyiin dan saya buat aransemen, jadilah ‘Lebaran Tanpa Ayah’,” jelas Adol.
Ia menambahkan, meski membawa cerita baru, karakter musik lagu tersebut masih memiliki nuansa yang mirip dengan karya sebelumnya.
Single ini diproduksi dalam waktu relatif singkat, sekitar beberapa minggu. Reborn menargetkan lagu tersebut dapat segera dinikmati oleh masyarakat melalui berbagai platform musik digital.
“Hari ini kita menyatakan rilis. Insya Allah minggu depan atau paling lama sepuluh hari sudah bisa didengarkan di semua platform,” ujar Allan.
Melalui lagu ini, Reborn juga ingin menyampaikan pesan kepedulian terhadap anak-anak yatim serta mereka yang merasakan kehilangan sosok ayah.
“Pesannya masih sama seperti karya kita sebelumnya, yaitu perhatian kepada anak yatim. Lagu ini mudah-mudahan bisa mewakili teman-teman atau siapapun yang merasakan hal yang sama seperti yang kita rasakan,” ungkap Allan.
Ia berharap lagu tersebut dapat menjadi pengingat bahwa meskipun sosok ayah telah tiada, kenangan dan nilai-nilai yang ditinggalkan tetap hidup dalam diri keluarga.
“Walaupun mereka sudah tidak ada, jiwa mereka tetap menjadi bagian dari diri kita,” tambahnya.
Di sisi lain, Reborn juga resmi bergabung dengan HK Record untuk memperluas distribusi musik mereka. Pungky Moektio dari HK Record menilai karya Reborn memiliki potensi besar untuk diterima oleh pendengar musik Indonesia.
“Musik itu universal, genre apa pun. Saya dulu juga mantan pemusik. Waktu saya dengar lagu Reborn, meskipun rock, notasi lagunya tetap enak didengar,” kata Pungky.
Melalui konsep acara, “Sound of Silaturahmi” berpotensi menjadi salah satu event komunitas yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat nilai persaudaraan dan silaturahmi di bulan suci Ramadan.