Wartajakarta.com-Fistula ani adalah terbentuknya saluran abnormal di antara ujung usus besar dan kulit pada area anus atau dubur.Abses di dekat anus dapat terus berkembang bila tidak diatasi. Lama-kelamaan, nanah dalam abses tersebut akan berusaha mencari jalan keluar dari tubuh dan membentuk saluran di bawah kulit sampai ke anus.
Dokter akan memeriksa tanda iritasi pada anus dan area sekitarnya, serta melihat apakah ada lubang kecil di dekat bukaan anus yang mengeluarkan nanah ketika ditekan. Selain itu dilakukan pemeriksaan colok dubur untuk memastikan adanya fistula ani.
Fistula ani dapat menyebabkan nyeri dan pembengkakan di sekitar anus, serta keluarnya nanah berbau busuk saat buang air besar. Kondisi ini lebih sering dialami oleh pria dan biasanya muncul pertama kali di usia sekitar 40 tahun.
Sebagian besar fistula ani terjadi akibat abses anus yang tidak diatasi atau tidak sembuh secara total. Seiring waktu, penumpukan nanah pada abses anus akan menekan area di sekelilingnya dan mencari jalan keluar. Akibatnya, terbentuklah sebuah saluran dari abses ke anus atau dubur yang disebut fistula ani.
Selain disebabkan oleh abses anus, fistula ani juga dapat terbentuk akibat beberapa kondisi di bawah ini:
- Penyakit Crohn
- Cedera pada anus
- Divertikulitis
- Tumor atau kanker pada usus besar
- Fisura ani
- Penyakit menular seksual, termasuk lymphogranuloma venereum (LGV)
- Infeksi bakteri, seperti tuberkulosis atau aktinomikosis
- Terapi radiasi
- Komplikasi operasi pada area anus
Permasalahannya sekarang jika sudah terjangkit penyakit fistula ani ini apakah sudah tidak ada jalan keluar? selain harus dioperasi.
Dokter ahli spesialis bedah terkemuka dr. Tony Sukentro, Sp.B dari RS EMC Pulomas, Jakarta Timur mengatakan “Saat ini sudah ada teknologi baru dari Jerman Fistula Ani Laser Closure (FiLAC) berupa Laser dan fiber nya yang lentur yang mampu mencari rongga-rongga fistula Ani yang sulit,” dalam diskusi kesehatan kepada awak media di Jakarta, Jumat, 25 Agustus 2023.
Pada FiLAC ini juga luka yang dibuatnya kecil sehingga penyembuhannya lebih cepat dibanding yang disobek, akibatnya perawatan lebih mudah tidak mengerikan dan recovery lebih cepat dibandingkan yang konvensional.
Fistula Ani bukan lagi menjadi tantangan dengan keefektifan FiLAC dibandingakan dengan Teknik lain diantaranya:
Minimally Invasive dengan metode FiLAC yang dapat mengurangi kerusakan jaringan sehat di fistula, serta meminimalkan rasa sakit dan waktu pemulihan.
Mengurangi pemotongan kulit penggunaan metode FiLAC dapat menghindari pemotongan kulit tambahan. Sehingga waktu sembuh pasien menjadi lebih cepat.
Namun seperti halnya setiap prosedur medis, FiLAC juga memiliki potensi resiko dan efek samping dan hasilnya dapat bervariasi. Efektivitas FiLAC dibandingkan dengan teknik lain serperti operasi flap, teknik seton, atau pendekatan lain akan tergantung pada penilaian medis yang komprehensif terhadap kasus pasien tertentu.
Direktur RS EMC Pulomas, Jakarta dr. Julia Sutandar dalam sambutannya mengatakan “Penting untuk berkonsultasi dengan dokter ahli bedah yang berpengalaman untuk menilai opsi pengobatan yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.”
“Berpengalaman sejak 1972 kami melayani kesehatan bagi masyarakat luas dengan teknologi terbaru dan modern, memberikan kontribusi besar dalam pengembangan bidang bedah di Indonesia.” pungkasnya.