Soroti Kebutuhan Pupuk Petani, Arwan M. Rahman Bawa Aspirasi Sulawesi Tengah ke Rembug Paripurna KTNA 2026
Wartajakarta.com-KOTA BATU — Perhelatan Rembug Paripurna Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional 2026 yang diselenggarakan bersamaan dengan Agro Expo KTNA pada 18 hingga 21 September 2026 di Kota Batu, Jawa Timur, menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi petani dan nelayan Indonesia.
Pengurus KTNA Kota Palu mewakili Sulawesi Tengah, Arwan M. Rahman, menyampaikan harapannya terkait pergantian Ketua Umum KTNA Nasional. Ia menegaskan bahwa pemimpin terpilih nantinya harus menjalankan amanah organisasi dengan sungguh-sungguh serta berfokus pada kesejahteraan para petani di seluruh Indonesia.
“Untuk pergantian Ketua Umum, yang terpenting adalah ketua terpilih nanti bisa memegang amanah. Harus mampu memperhatikan kebutuhan-kebutuhan organisasi ke bawah, khususnya para petani di seluruh Indonesia agar kemudahan akses dapat diperoleh,” ujar Arwan M. Rahman saat ditemui di lokasi kegiatan.
Soroti Kemudahan Akses Pupuk bagi Petani
Menurut Arwan, salah satu perhatian utama yang perlu ditindaklanjuti oleh kepengurusan baru adalah kemudahan ketersediaan dan akses sarana produksi pertanian, terutama pupuk.
Ia mengungkapkan bahwa kondisi pertanian di wilayah Sulawesi Tengah masih menghadapi kendala terkait ketersediaan pupuk.
“Di Sulawesi Tengah masih ada sedikit persoalan terkait pupuk. Oleh karena itu, hal-hal seperti kemudahan akses pupuk inilah yang perlu diutamakan dan diperjuangkan oleh Ketua Umum beserta jajaran pengurus yang baru,” tambahnya.
Aspirasi Sulawesi Tengah di Arena Rembug Paripurna
Arwan M. Rahman hadir bersama rombongan delegasi dari Sulawesi Tengah untuk menyuarakan aspirasi petani dan nelayan dari daerah. Sebanyak kurang lebih 20 peserta dari Sulawesi Tengah turut hadir langsung ke Kota Batu demi mengawal proses musyawarah perumusan program kerja serta pemilihan pengurus nasional.
Melalui Rembug Paripurna KTNA 2026 ini, Arwan berharap kepengurusan yang baru dapat memberikan dampak nyata bagi penyelesaian masalah-masalah mendasar petani di daerah.
