Connect with us

Nasional

Merawat Kemajemukan Memperkuat Negara Pancasila

Wartajakarta.com-Seminar Nasional ini membahas tentang Agenda Nasional Promosi Toleransi Pada Kepemimpinan Baru.SETARA Institute menggelar seminar bertajuk “Merawat Kemajemukan, Memperkuat Negara Pancasila”.Seminar ini membahas salah satu tantangan pemerintahan baru Presiden Joko Widodo dalam merawat kemajemukan dan memperkuat negara Pancasila.

Direktur Eksekutif SETARA,  Ismail Hasani  mengatakan kegiatan ini selain seminar sekaligus membahas laporan 12 tahun Kebebasan Beragama / Berkeyakinan (KBB), sejak pertama kali disusun pada tahun 2007, yang dilatarbelakangi oleh kondisi KBB yang belum mendapat jaminan utuh dari negara dan praktik intoleransi, diskriminasi, dan kekerasan yang masih terjadi.

“SETARA Institute berharap bahwa agenda politik perubahan undang undang dasar akan membawa Indonesia lebih demokratis yang lebih berkualitas, dan juga memperkuat jaminan jaminan hak asasi manusia.” ujar  Ismail Hasani dalam sambutannya di acara
seminar “Merawat Kemajemukan, Memperkuat Negara Pancasila”, di Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Senen, (11/11).

Hasil riset pemantauan tentang kondisi KBB yang dilakukan oleh SETARA Institut memiliki tiga tujuan utama, yang pertama menghasilkan produk pengetahuan untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai kondisi KBB, Yang kedua menganalisis aspek-aspek pelanggaran KBB, dan ketiga memberikan baseline data bagi advokasi korban, advokasi kebijakan, dan riset-riset lain berikutnya.

“Kita semua tidak ingin, kondisi menguatnya intoleransi dan radikalisme menjadi alat penundukkan dan justiflkasi tindakan politik pemerintah membatasi kebebasan sipil warga,” ungkap Ismail Hasani .

Dikesempatan yang sama Direktur Riset SETARA Institute, Halili menjelaskan secara singkat potret 12 tahun terakhir KBB. SETARA Institut mencatat dalam 12 tahun terakhir, terjadi 2,400 peristiwa pelanggaran KBB dengan 3.177 tindakan.

” Peristiwa selalu lebih sedikit dari tindakan, karena peristiwa bisa jadi ada dua atau tiga atau empat tindakan,” ujar Halili.

Jika data longitudinal tersebut diturunkan kedalam satuan waktu yang lebih spesifik, berarti terjadi 16.7 peristiwa dengan 22,1 tindakan dalam sebulan atau 4,2 peristiwa dengan 5,5 tindakan per pekan.

Dalam Acara ini turut hadir para pembicara utama seminar yaiti ketua MPR RI, Bambang Soesatyo. Pembicara lainnya yaitu Romo Benny Susetyo, ketua Komnas HAM Choirul Anam, Khariroh Ali dari Komnas Perempuan, dan Bonar Tigor Naipospos.(Slamet)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Nasional