Wartajakarta.com-Tangerang, Dalam rangka mendukung pengembangan UMKM dan pemberdayaan masyarakat melalui teknologi tepat guna Institut Teknologi Indonesia (ITI) menyerahkan sejumlah peralatan penting untuk budidaya megot kepada UMKM Maggota yang berlokasi di Kabupaten Tangerang. Penyerahan tersebut dilakukan oleh Dr. Aniek Sr Handayani, dengan disaksikan perwakilan Pusat Riset dan Pengabdian Masyarakat ITI serta Bappeda Kabupaten Tangerang.
Alat yang diserahkan merupakan bagian dari hibah bima kemdiktisaintek. Adapun alat yang diberikan meliputi mesin sangrai, hammermill, dan alat press minyak. Hibah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam proses produksi magot dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Maggota: Pengelola Budidaya Magot dengan Teknologi Tepat Guna
Maggota, yang merupakan UMKM yang berfokus pada budidaya magot (larva Black Soldier Fly/BSF), kini memiliki peralatan baru yang dapat mendukung proses pengolahan magot menjadi produk bernilai tambah. Sebagai UMKM yang berorientasi pada keberlanjutan dan ramah lingkungan, Maggota berperan dalam mengelola limbah organik dan menghasilkan pakan ternak dengan kualitas tinggi.
Dr. Aniek Sri Handayani, dalam sambutannya, menjelaskan bahwa program hibah ini merupakan bentuk komitmen ITI untuk mendukung pengembangan teknologi di masyarakat yang akan berdampak pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal. “Kami berharap dengan adanya alat-alat ini, Maggota dapat meningkatkan kapasitas produksi dan membuka peluang usaha baru yang lebih besar di masa depan,” ujar Dr. Aniek.
Alat yang Diserahkan :
1. MesinSangrai. Mesin sangrai yang diberikan bertujuan untuk mengolah magot yang telah dipanen agar memiiki daya tahan lebih lama dan kualitas yang lebih baik. Dengan alat ini, proses pengolahan magot menjadi lebih efisien, mengurangi kadar air, dan meningkatkan ketahanan produk.
2. Hammermill. Hammermill ini digunakan untuk menggiling bahan mentah atau limbah organik menjadi bentuk yang lebih halus dan mudah diolah. Mesin ini akan membantu mempercepat produksi pakan magot, serta mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor.
3. Alat Press Minyak. Alat press minyak akan memungkinkan Maggota untuk mengolah magot menjadi minyak magot, yang memiliki berbagai kegunaan, seperti untuk pembuatan pakan ternak atau produk olahan lainnya. Ini akan memberi nilai tambah pada hasil budidaya dan memberikan peluang usaha baru.
Dampak Positif bagi Masyarakat Kabupaten Tangerang
Hibah alat ini tidak hanya membantu Maggota, tetapi juga memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat Kabupaten Tangerang. Dengan dukungan teknologi yang tepat, diharapkan para peternak magot di daerah ini dapat meningkatkan hasil produksi mereka dan membuka peluang usaha baru dalam industri pakan ternak berbasis bahan organik. Selain itu, dengan adanya pengolahan limbah organik yang lebih efisien, program ini juga berperan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Bappeda Kabupaten Tangerang juga mengapresiasi inisiatif ini. “Program ini merupakan langkah positif dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan ekonomi berbasis teknologi yang ramah lingkungan. Kami berharap Maggota dapat menjadi contoh yang baik bagi UMKM lainnya di Tangerang,” ujar Ibu Selfy selaku perwakilan Bappeda Kab Tangerang.
Harapan ke Depan
Program ini bukan hanya tentang penyerahan alat, tetapi juga tentang peningkatan kapasitas dan keterampilan masyarakat dalam mengelola budidaya magot secara lebih profesional dan efisien. Dengan bantuan dari ITI dan Kemenristekdikti, Maggota kini dapat mengoptimalkan potensi budidaya magot dan memberi manfaat yang lebih besar bagi perekonomian lokal.
Dr. Aniek menambahkan, “Kami berharap dengan adanya alat dan pendampingan ini, Maggota dapat berkembang pesat dan memberi contoh bagi pengusaha lainnya dalam memanfaatkan teknologi untuk kesejahteraan masyarakat.”
Penutup
Inovasi yang didorong oleh hibah ini membuka peluang besar bagi perkembangan UMKM di Kabupaten Tangerang, khususnya dalam sektor budidaya magot. Dengan dukungan peralatan yang lebih efisien dan pelatihan yang diberikan, Maggota diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
Program pengabdian masyarakat yang melibatkan ITI, kemendiktisaintek, dan Bappeda Kabupaten Tangerang ini menjadi bukti nyata dan kolaborasi positif yang dapat menciptakan perubahan besar dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui teknologi yang tepat guna.