Wartajakarta.com-Aliansi Industri Tour & Travel (AITTA) DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I dengan mengusung tema “Transformasi Digital dan Inovasi Berkelanjutan untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Biro Perjalanan Wisata.”
Dengan adanya kegiatana ini menjadi momentum penting bagi para pelaku industri perjalanan wisata untuk memperkuat kolaborasi serta merumuskan strategi-strategi yang kuat menghadapi tantangan industri yang semakin dinamis.
Menurut Ketua AITTA DKI Jakarta,Djohari Somad ditemui awak media pada Selasa 14/4/2026, mengatakan bahwa transformasi digital merupakan kebutuhan mendesak yang tidak dapat dihindari oleh pelaku usaha travel.“Pelaku industri tidak ada pilihan selain beradaptasi dengan digitalisasi, baik dalam aspek promosi maupun sistem operasional, seperti pemasaran, accounting, dan pembukuan.
Lebih lanjut dijelaskan,sampai saat ini masih banyak pelaku usaha yang menggunakan metode konvensional, sementara kompetitor baru dengan mengandalkan media social mampu bergerak lebih cepat melalui pemanfaatan platform digital. “Digitalisasi bukan pilihan lagi, tapi keharusan. Kalau masih pakai cara lama, kita akan kalah,” tegas Djohari. Menurutnya, perubahan perilaku konsumen dan agresivitas pemasaran digital membuat banyak agen travel tradisional tertinggal, bahkan kalah dari individu yang piawai bermain media sosial.
Selain digitalisasi, AITTA juga mulai mengembangkan inovasi produk wisata sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing. Beberapa potensi yang mulai dikembangkan antara lain paket wisata bagi segmen pensiunan yang mana pasar ini sangat menjanjikan dan wisata kuliner, serta paket perjalanan tematik.
Sebagai bentuk komitmen dalam peningkatan kapasitas anggota, AITTA DKI Jakarta secara rutin menyelenggarakan pelatihan inovasi setiap bulan di berbagai wilayah, termasuk Jakarta dan Yogyakarta.
Dalam hal keanggotaan, AITTA menekankan pentingnya kualitas dibandingkan kuantitas. Saat ini, tercatat sekitar 400 pelaku usaha travel di Jakarta telah tersertifikasi.
“Kami sangat ketat dalam merekut anggota dan memastikan bahwa organisasi ini diisi oleh pelaku usaha yang profesional dan memiliki standar kualitas yang baik,”imbuhnya.
AITTA juga menyoroti pentingnya optimalisasi potensi wisata lokal, khususnya Kepulauan Seribu, yang dinilai masih belum dimanfaatkan secara maksimal dalam paket perjalanan wisata.Padahal pulau seribu sangat menarik dan bisa menjadikan tujuan wisata special.
Di tengah kondisi ekonomi yang menuntut efisiensi, pelaku industri diharapkan mampu beradaptasi melalui pengelolaan biaya yang lebih efektif, penyesuaian harga yang kompetitif, serta peningkatan kualitas layanan.
Diharapkan dengan kegiatan ini, AITTA DKI Jakarta dapat memperkuat kesiapan industri biro perjalanan wisata dalam menghadapi perubahan serta meningkatkan kontribusi terhadap sektor pariwisata nasional.
“Kekuatan promosi kini bergeser ke platform digital seperti Instagram, yang dimanfaatkan secara maksimal oleh Online Travel Agent (OTA) dan pelaku independen,tuturnya.
Djohari menyinggung bahwa selama ini Jakarta hanya menjadi kota transit sebelum wisatawan menuju Bali. Padahal, potensi wisata ibu kota sangat besar, terutama di kawasan Kepulauan Seribu.Hal ini menjadi hal yang sangat penting ini yang sedang kita dorong.Seperti destinasi Kota Tua Jakarta, Ancol, hingga Taman Mini Indonesia Indah yang terlihat semakin menarik dengan dukungan infrastruktur dan banyak pembenahan.
Lebih lanjut Djohari men,Di tenggingatkan kondisi ekonomi global dan kebijakan efisiensi,bahwa pelaku industri harus realistis mengikuti perkembangan pasar seperti menjual paket dengan harga lebih terjangkau“Yang penting tetap jalan. Jangan terlalu mahal, tapi tetap hidup,” ujarnya.
Saat ini, AITTA DKI Jakarta memiliki 18 DPD dengan sekitar 400 anggota tersertifikasi. Namun, organisasi ini tidak mengejar kuantitas. “Kami ingin sedikit tapi berkualitas dan solid,” tegas Djohari.