Wartajakarta.com-Denpasar – Mengangkat warisan budaya ke panggung mode modern bukan perkara mudah. Namun, tantangan itulah yang justru menjadi semangat bagi brand fesyen lokal ” Basundhari Hardy ” saat tampil dalam ajang Bali Fashion Parade 2026 yang mengusung tema Living Legacy.
Pemilik sekaligus desainer agung kresna vindhari, Basundhari Hardy, mengatakan tema yang diangkat tahun ini menjadi dorongan bagi para desainer untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi identitas karya mereka.
“Perjalanannya sangat luar biasa. Bali Fashion Parade setiap tahunnya selalu memiliki tema yang berbeda dan khas. Hal itu menjadi tantangan bagi saya Dari Hati untuk terus berkarya dan berproses setiap tahun,” ujar agung kresna vindhari.
Dalam perhelatan tersebut, agung kresna vindhari menghadirkan 34 koleksi yang terbagi dalam dua lini utama. Pertama, koleksi Kids and Teen yang mengangkat tema Srikandi, menghadirkan karakter perempuan tangguh dalam balutan busana modern. Kedua, koleksi Rupa Raga yang terinspirasi dari sosok bangsawan keraton dengan sentuhan kasual namun tetap glamor.
“Hari ini Agung Kresna Vindhari menampilkan sebanyak 34 tutupnya koleksi. Koleksi tersebut terdiri dari Kids and Teen bertema Srikandi, serta koleksi Rupa Raga yang terinspirasi dari bangsawan keraton dengan tampilan yang tetap kasual dan glamor,” katanya.
Di balik koleksi yang tampil di atas panggung, ia mengakui proses kreatif tidak selalu berjalan mulus. Namun, berbagai tantangan yang muncul justru menjadi bagian penting dalam menghasilkan karya yang berkualitas.
“Tentu ada tantangan dan kesulitan dalam setiap proses kreatif. Namun semuanya dapat kami atasi dengan baik. Bagi saya, setiap karya yang baik pasti melalui proses yang tidak mudah,” ungkapnya.
Untuk memiliki koleksi dari Agung Kresna Vindhari, konsumen dapat menyiapkan anggaran mulai dari Rp3,5 juta hingga Rp7,5 juta, tergantung desain dan detail pengerjaan busana.
Lebih jauh, Agung Kresna Vindhari berharap Bali Fashion Parade dapat terus digelar secara berkelanjutan sehingga menjadi wadah bagi para desainer untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat yang lebih luas.
“Harapan saya, Bali Fashion Parade dapat terus diselenggarakan setiap tahun sehingga para desainer memiliki ruang untuk menampilkan karya-karya terbaik mereka,” jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung perkembangan industri fesyen berbasis budaya. Menurutnya, fashion tidak hanya soal tren, tetapi juga menjadi medium untuk menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia.
“Setiap tahun kami selalu ditantang untuk mengangkat unsur budaya ke dalam karya fashion. Bagi kami, fashion dan budaya harus berjalan beriringan sehingga nilai-nilai budaya tetap terjaga dan dikenal oleh generasi yang lebih luas,” dan Putri saya yang mengantarkan saya sampe dititik ini.” tutupnya.