Wartajakarta.com— Ketua Umum Brigade Rakyat Garuda Merah Putih (Garuda MP), Ir. Y.Pasomba, M.E., MBA, menilai Laksamana Muda TNI (Purn.) Dr. H. Nazali Lempo, S.H., M.H., M.Tr.Opsla., CHRMP. merupakan sosok yang memiliki kapasitas, pengalaman dan latar belakang profesional di bidang hukum sehingga layak dipertimbangkan untuk memimpin Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
Menurut Y. Pasomba, kebutuhan terhadap kepemimpinan Kejaksaan Agung ke depan tidak hanya membutuhkan keberanian dalam penegakan hukum, tetapi juga sosok yang memahami hukum secara mendalam, memiliki pengalaman profesional, integritas serta kemampuan membangun institusi penegak hukum yang kuat.
“Menurut pandangan kami, Laksamana Muda TNI (Purn.) Dr. H. Nazali Lempo memiliki latar belakang hukum yang sangat kuat dan profesional. Beliau memiliki pendidikan serta pengalaman yang relevan dengan persoalan penegakan hukum. Karena itu, menurut kami beliau layak dipertimbangkan sebagai salah satu figur untuk memimpin Kejaksaan Agung,” ujar Y.pasomba .
Gagasan Reset Penegakan Hukum
Y.pasomba mengatakan, gagasan “reset penegakan hukum Indonesia” yang disampaikan Nazali Lempo menunjukkan adanya perhatian serius terhadap kebutuhan reformasi institusi penegak hukum.
Konsep tersebut bukan berarti menghapus seluruh sistem yang telah berjalan, melainkan mengevaluasi, memperbaiki dan memperkuat bagian-bagian yang masih memiliki kelemahan. Gagasan itu juga menekankan pentingnya membangun sistem penegakan hukum yang konsisten, profesional dan transparan. (metrum.id)
Bagi Garuda MP, reset tidak boleh dimaknai sekadar mengganti pejabat atau struktur organisasi. Lebih dari itu, diperlukan pembenahan sistem agar penegakan hukum berjalan profesional, transparan, berkeadilan dan bebas dari kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Kita membutuhkan pemimpin penegak hukum yang mampu memperkuat institusi, bukan memperkuat kepentingan pribadi. Sistem hukum harus lebih kuat daripada individu,” tegas Y.pasomba .
Kepastian Hukum untuk Rakyat
Menurut Y.Pasomba, Kejaksaan Agung memiliki posisi yang sangat strategis dalam memastikan penegakan hukum berjalan secara konsisten. Karena itu, figur yang memimpin institusi tersebut harus memiliki kompetensi hukum, integritas, keberanian serta kemampuan menjaga marwah dan independensi institusi.
“Rakyat membutuhkan hukum yang adil dan tidak tebang pilih. Siapa pun yang memimpin Kejaksaan Agung harus mampu memastikan bahwa hukum berlaku sama bagi semua orang. Kami melihat Nazali Lempo memiliki kapasitas dan gagasan untuk itu,” kata Y.Pasomba.
Ia menilai pengalaman Nazali Lempo sebagai purnawirawan perwira tinggi TNI serta rekam pengalaman di lingkungan Polisi Militer dan penegakan hukum menjadi modal yang relevan dalam memahami persoalan hukum dan disiplin institusi. (KILASBNN)
Hukum Harus Lebih Kuat dari Kepentingan Individu
Y.Pasomba menegaskan, penegakan hukum yang kuat akan berdampak langsung terhadap kepercayaan masyarakat kepada pemerintah dan negara.
Karena itu, Garuda MP mendorong agar proses pencarian dan penentuan pemimpin institusi penegak hukum mengedepankan kompetensi, integritas, rekam jejak dan keberanian menegakkan hukum, bukan semata-mata kedekatan atau kepentingan kelompok.
“Kalau kita ingin membangun Indonesia yang kuat, maka hukum harus menjadi fondasi. Jangan sampai hukum tunduk kepada kepentingan individu. Justru individu, siapa pun dia, harus tunduk kepada hukum,” tegas Y.pasomba .
Garuda MP, lanjutnya, akan terus mendukung setiap upaya untuk memperkuat supremasi hukum, pemberantasan korupsi, pemulihan aset negara serta peningkatan profesionalisme aparat penegak hukum.
“Kalau Indonesia ingin melakukan lompatan besar menuju Indonesia Emas, maka kepastian hukum dan penegakan hukum yang berintegritas harus menjadi fondasinya. Kami melihat Nazali Lempo sebagai salah satu figur yang memiliki kapasitas untuk memberikan kontribusi besar dalam agenda tersebut,” pungkas Ir. Y.Pasomba, M.E., MBA, Ketua Umum Brigade Rakyat Garuda Merah Putih.