Connect with us

Nasional

Rembug Paripurna KTNA Nasional: Sultra Soroti Tantangan Regenerasi Petani dan Pentingnya Modernisasi Alsintan

 

Wartajakarta.com-BATU — Forum forum lima tahunan Rembug Paripurna Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional dan Agro Expo KTNA resmi digelar di Kota Batu, Jawa Timur, pada 18–21 September 2026. Forum bersejarah ini menjadi wadah penting bagi para pemangku kepentingan sektor pertanian dan perikanan dari seluruh Indonesia untuk merumuskan arah kebijakan serta kepemimpinan organisasi ke depan.
Wakil Ketua II KTNA Provinsi Sulawesi Tenggara sekaligus Ketua Tim Ahli Andalan KTNA Kabupaten Kolaka, Yustus Tulak, mengapresiasi penyelenggaraan Rembug Paripurna tahun ini yang dinilainya sangat krusial dan ditunggu-tunggu oleh para anggota KTNA se-Indonesia.

“Ini adalah momen bersejarah yang sangat kita tunggu-tunggu selama lima tahun. Forum ini menjadi tempat kita mengevaluasi apa yang telah dicapai dan merencanakan langkah strategis ke depan,” ujar Yustus Tulak di sela-sela kegiatan.

Tantangan Regenerasi Petani di Daerah Tambang dan Kebutuhan Modernisasi

Dalam kesempatan tersebut, Yustus menyampaikan salah satu isu krusial yang dihadapi wilayahnya, khususnya di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Keberadaan industri pertambangan besar di daerah tersebut menarik minat generasi muda, sehingga berdampak pada beralihnya tenaga kerja pemuda dari sektor pertanian ke sektor tambang.

“Di Kabupaten Kolaka, tantangan utama kami adalah maraknya perusahaan tambang besar yang membuat generasi muda atau petani milenial lebih memilih bekerja di sektor tambang. Akibatnya, pengolahan lahan persawahan seluas kurang lebih 13.000 hektar kini didominasi oleh generasi senior,” ungkapnya.

Untuk mengatasi keterbatasan tenaga kerja tersebut, Yustus mendorong agar pemerintah pusat memberikan perhatian khusus melalui bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) modern yang memadai.

“Guna mengimbangi kekurangan tenaga kerja, kami sangat membutuhkan dukungan Alsintan modern, seperti mesin pengolah lahan dan traktor (transplanter/brangkap sawah), agar proses pengolahan lahan persawahan dapat dilakukan dengan cepat dan efisien,” pungkas Yustus.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Nasional