Connect with us

Nasional

Baran Energy percepat penerapan layanan EBT melalui ekosistem energi serta mobilitas listrik di Indonesia

Wartajakarta.com-Saat ini, energi terbarukan di Indonesia sedang menuju transisi menuju pemanfaatan 100 persen energi baru terbarukan (EBT) dan mencapai Indonesia bebas emisi pada tahun 2050 mendatang. Pemerintah telah menargetkan untuk bauran EBT sebesar 23% melalui Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan target penurunan emisi sebesar 29% dari baseline di tahun 2030 sesuai Paris Agreement. Pada tahun 2025 diperkirakan baru sekitar 9,15% yang terealisasi.

Menurut CEO Baran Energy, Victor Wirawan di acara webinar kegiatan Urban Forum Property & Bank Outlook 2022: “Lokomotif Pemulihan Ekonomi Pascapandemi”, Rabu Kamis, 27 Oktober 2021 di Jakarta, Indonesia butuh 92 GigaWatt (GW) untuk mencapai angka 100% EBT. “Ada beberapa sektor unggulan untuk mencapainya diantaranya adalah Panel Surya sebesar 207 GW, Air sebesar 75 GW dan Angin sebesar 60 GW.

Menindaklanjuti apa yang dikatakan Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, FX Sutijastoto dikutip dari CNBC Indonesia bahwa untuk merealisasikan target tersebut adalah dengan melakukan strategi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Biomassa secara masif dan untuk pengembangan PLTS pun akan selaras dengan pembangunan perumahan rakyat melalui Kementerian PUPR, Perum Perumnas, BTN, BUMN dan swasta. Menurut Victor, PLTS atau solar panel juga masih memiliki Kelemahan, diantaranya biaya yang dikeluarkan di awal cukup besar dan bergantung pada cuaca, Meskipun energi matahari masih dapat dikumpulkan selama hari mendung dan hujan, efisiensi nya akan menurun. Menggunakan banyak ruang, semakin banyak listrik yang akan dihasilkan, semakin banyak panel surya yang dibutuhkan. Oleh karenanya menurut Victor untuk mengatasi masalah dibutuhkan Energy Storage System (ESS). “Untuk itulah kami hadir dengan produk solutif yaitu Baran PowerHome,” jelas Victor.

Victor mengatakan Baran Power Home adalah sistem penyimpanan energi listrik pertama yang dibuat dan didesain di Indonesia. “Produk kami dapat dipasang pada dinding tanpa mengorbankan ruang dan estetika rumah serta menggunakan panel surya sebagai sumber energinya. Kalau siang hari Solar Panel mengisi Daya PowerHome sedangkan kalua malam hari PowerHome menyimpan daya untuk dialirkan kerumah,” ungkap Victor.(ns)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

More in Nasional