Connect with us

Nasional

Boni Hargens: Konsisten Polri dalam Menangani Bencana Alam

Wartajakarta.com-Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran Polri, dari Kapolda, Kapolres, hingga Kapolsek, untuk siap siaga satu dan bergerak proaktif membantu masyarakat yang terdampak abu vulkanik Anak Krakatau. Langkah ini mendapat apresiasi luas dari kalangan analis sebagai wujud nyata komitmen institusi kepolisian dalam menghadapi bencana alam yang mengancam kesehatan dan keselamatan warga.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merancang serangkaian langkah taktis yang terstruktur dan menyeluruh untuk memitigasi dampak abu vulkanik terhadap masyarakat. Setiap instruksi dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak warga di lapangan, mulai dari ancaman kesehatan pernapasan hingga gangguan infrastruktur jalan. Langkah pertama adalah pembagian masker medis secara masif untuk memitigasi risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Polri juga menyiapkan skema rujukan ke rumah sakit bagi warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut akibat paparan abu vulkanik.

Kedua, penyediaan pasokan air bersih di kawasan permukiman yang terdampak abu vulkanik. Langkah ini vital mengingat abu vulkanik dapat mencemari sumber air warga dan mengganggu sanitasi di lingkungan sekitar. Ketiga, pengerahan Armored Water Cannon (AWC) untuk membasahi dan membersihkan endapan abu tebal di jalan-jalan utama. Upaya ini bertujuan menjaga kelancaran arus lalu lintas dan mencegah kecelakaan akibat licinnya permukaan jalan serta ketebalan abu. Langkah keempat adalah mempersiapkan skema penanganan darurat dan evakuasi jika situasi memburuk. Kapolri juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan tidak ragu untuk melaporkan atau meminta bantuan kepada kantor polisi terdekat.

Konsistensi Polri dalam Setiap Bencana

Analis politik dan hukum Boni Hargens memberikan apresiasi tinggi atas respons cepat Kapolri dan seluruh jajaran Polri. Menurut Boni, langkah ini bukan sekadar reaksi sesaat, melainkan bagian dari pola konsisten yang telah terbukti dalam berbagai peristiwa bencana alam di seluruh Indonesia. Respons terhadap abu vulkanik Anak Krakatau menjadi bukti terkini dari komitmen institusional yang telah dibangun di bawah kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Ada konsistensi dalam langkah Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, yaitu selalu bertindak cepat dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam. Kita bisa melihat itu dari banjir bandang di Sumatera, gempa di Flores, karhutla di Kalimantan, termasuk abu vulkanik Anak Krakatau yang mulai merusak kualitas udara di banyak daerah,” ujar Boni Hargens kepada media di Jakarta (7/9/2026).

Boni menilai bahwa langkah Polri selaras dengan sejumlah ketentuan hukum yang ada yang mencakup Pasal 30 Ayat (4) UUD 1945, Pasal 13 dan Pasal 14 Ayat (1) UU Polri Nomor 2/2002, UU 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana, dan Peraturan Kapolri (Perkap) 17/2009 tentang manajemen penanggulangan bencana.

Kehadiran Negara yang Cepat dan Tepat Sasaran

Boni Hargens menegaskan bahwa dalam situasi krisis , entah itu disebabkan oleh bencana alam maupun faktor manusia, masyarakat hanya membutuhkan satu hal yang paling mendasar: kehadiran negara yang cepat dan tepat sasaran untuk memastikan keselamatan warga. Tidak ada ruang bagi kelambanan birokrasi ketika nyawa dan kesehatan warga terancam oleh kondisi alam yang tak terduga. “Persis itulah yang dilakukan Polri sebagai wujud operasional dari prinsip Presisi yang dikedepankan oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo,” lanjut Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) sekaligus mantan Dewan Pengawas LKBN ANTARA tersebut.

Prinsip Presisi (akronim dari Prediktif, Responsibilitas, Transparansi, Berkeadilan, dan Efektif) menjadi filosofi operasional yang kini terbukti bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata di lapangan. Ketika abu vulkanik Anak Krakatau menyebar dan mengancam kualitas udara di berbagai daerah, Polri tidak menunggu instruksi berlapis-lapis. Personel bergerak, alat dikerahkan, dan bantuan mengalir langsung ke titik-titik yang paling membutuhkan.

Kehadiran Polri dalam setiap bencana bukan sekadar kewajiban institusional, melainkan penegasan bahwa negara hadir untuk rakyatnya. Konsistensi ini membangun kepercayaan publik dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat dalam menghadapi situasi darurat yang datang tanpa peringatan. Masyarakat yang terdampak abu vulkanik diminta segera menghubungi Polsek atau Polres terdekat untuk mendapatkan bantuan masker, air bersih, serta informasi evakuasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Nasional