وَاِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَاَمْنًاۗ وَاتَّخِذُوْا مِنْ مَّقَامِ اِبْرٰهٖمَ مُصَلًّىۗ وَعَهِدْنَآ اِلٰٓى اِبْرٰهٖمَ وَاِسْمٰعِيْلَ اَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّاۤىِٕفِيْنَ وَالْعٰكِفِيْنَ وَالرُّكَّعِ السُّجُوْدِ
(Ingatlah) ketika Kami menjadikan rumah itu (Ka’bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. (Ingatlah ketika Aku katakan,) Jadikanlah sebagian Magam Ibrahim sebagai tempat salat.” (Ingatlah ketika) Kami wasiatkan kepada Ibrahim dan Ismail, “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, serta yang rukuk dan sujud (salat)!” (OS. Al-Bagarah (2): 125)
WartaJakarta.com — Dalam rangkaian doa dan khataman Al-Our’an yang digelar di Alhamd Carpet Radio Dalam, Ustazah Bahijah Hamid menyampaikan sebuah usulan spiritual yang dinilai memiliki makna besar bagi bangsa. Ia mengusulkan agar Bapak Presiden Prabowo Subianto Hafidzahullah bersama jajaran pemerintahan melakukan perjalanan ke Tanah Suci untuk melaksanakan doa khusus bagi Indonesia dan perdamaian dunia.
Usulan tersebut disampaikan sebagai bentuk ikhtiar batin dalam menghadapi berbagai tantangan nasional dan global. Menurutnya, Tanah Suci Makkah dan Madinah merupakan tempat yang penuh keberkahan dan mustajab untuk memulaikan doa.
la menyampaikan harapan agar, jika berkenan, perjalanan tersebut dapat dilakukan sebelum atau di dalam bulan suci Ramadhan, waktu yang dikenal sebagai momentum penuh rahmat dan pengabulan doa. Ustazah Bahijah Hamid juga menganjurkan agar dalam perjalanan tersebut serta para ulama, masyaikh, dan profesor, sehingga doa yang dipanjatkan menjadi munajat kolektif lintas elemen bangsa.
Tidak hanya itu, ia bahkan mengusulkan agar keluarga mantan Presiden dan mantan Wakil Presiden ikut sertakan sebagai simbol persatuan nasional dan kesinambungan kepemimpinan bangsa.
Menurutnya, doa yang dipanjatkan di hadapan Ka’bah dan di Raudhah Madinah memiliki nilai spiritual yang sangat besar. Munajat tersebut dapat menjadi bentuk permohonan perlindungan bagi Indonesia dari bencana, perpecahan, dan kesulitan yang tidak diinginkan.
la menegaskan bahwa usulan ini bukanlah agenda politik, melainkan murni niat baik dan keikhlasan demi kebaikan seluruh rakyat Indonesia. Dukungan spiritual bagi pemimpin dianggap sebagai bentuk tanggung jawab bersama.
Dengan kata lain, bangsa yang besar tidak hanya kuat secara ekonomi dan militer, tetapi juga kuat secara ruhani. Doa bersama di Tanah Suci yang dinilai dapat menjadi simbol persatuan dan harapan bagi seluruh rakyat.
Ustazah Bahijah Hamid juga mengajak masyarakat Indonesia untuk mendukung usulan tersebut dengan doa dan sikap positif. Menurutnya, langkah spiritual seperti ini dapat memperkuat moral bangsa dan membangun optimisme nasional.
la berharap, melalui doa yang dipanjatkan di Tanah Suci, Indonesia senantiasa dalam lindungan Allah SWT, menjadi negeri yang aman, makmur, dan diridhai-Nya — sebuah baladatun thayyibatun wa rabbun ghafur .