Wartajakarta.com-– Belakangan ini publik dihebohkan oleh pemberitaan sejumlah media nasional terkait ribuan calon jamaah umrah yang mengaku gagal berangkat meskipun telah melunasi biaya perjalanan mereka. Kasus tersebut bahkan telah berujung pada pelaporan ke Polda Metro Jaya setelah upaya mediasi tidak mencapai kesepakatan.
Berdasarkan berbagai laporan yang beredar, total kerugian yang dialami para calon jamaah diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah. Di balik angka tersebut, terdapat ribuan harapan, doa, dan kerinduan menuju Baitullah yang hingga hari ini masih menunggu kepastian.
Permasalahan ini turut mendapat perhatian dari Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI, Hidayat Nur Wahid. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus yang menimpa para calon jamaah tersebut.
“Tentu kita sangat menyesalkan kembali terjadinya tragedi ini. Sesuai UU terbaru, Kementerian Haji dan Umrah wajib ikut terlibat aktif mencarikan solusi, bahkan mendorong adanya kompensasi dan/atau ganti rugi bagi para jamaah sebagaimana amanat Pasal 97 UU Nomor 14 Tahun 2025,” ujar Hidayat.
Keprihatinan serupa juga disampaikan oleh Owner dan CEO Jannah Firdaus Tour & Travel, Mr. Wael Ahmed. Menurutnya, setiap muslim yang telah berniat memenuhi panggilan Allah SWT berhak mendapatkan pelayanan yang aman, nyaman, dan terpercaya.
“Bagi kami, setiap kerinduan menuju Ka’bah layak diperjuangkan. Jamaah telah menyiapkan waktu, biaya, tenaga, dan harapan besar untuk menjadi tamu Allah. Karena itu, kami ingin menjadi bagian dari solusi agar kerinduan tersebut tidak berhenti di tengah jalan,” ujar Mr Wael.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap jamaah yang terdampak, Jannah Firdaus meluncurkan Program Solidaritas Umrah, sebuah program khusus yang dirancang untuk membantu jamaah yang belum dapat berangkat sesuai jadwal sebelumnya.
Program ini lahir dari semangat ukhuwah Islamiyah dan tanggung jawab moral untuk membantu sesama muslim.
Allah SWT berfirman:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa.” (QS. Al-Maidah: 2)
Ayat tersebut menjadi landasan utama hadirnya program solidaritas yang diinisiasi Jannah Firdaus.
Menurut Mr Wael, pihaknya siap memfasilitasi keberangkatan hingga 500 jamaah terdampak secara bertahap melalui kuota khusus yang telah disiapkan.
“Kami siap membantu dan memberangkatkan jamaah yang terdampak. Ini bukan sekadar program, tetapi bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral untuk membantu saudara-saudara muslim yang masih menyimpan harapan besar menuju Baitullah,” katanya.
Melalui Program Solidaritas Umrah, jamaah terdampak akan memperoleh berbagai kemudahan dan keuntungan khusus, antara lain:
Diskon khusus Rp2 juta hingga Rp5 juta per jamaah.
Prioritas pemilihan jadwal keberangkatan.
Pendampingan administrasi secara intensif.
Program manasik umrah eksklusif.
Perlengkapan umrah lengkap.
Pendamping ibadah berpengalaman.
Layanan customer care hingga keberangkatan.
Akses komunitas pembinaan pasca-umrah.
Program ini diperuntukkan bagi jamaah yang dapat menunjukkan bukti bahwa mereka merupakan jamaah terdampak dan belum dapat berangkat sesuai jadwal sebelumnya.
Dokumen yang diperlukan meliputi:
Bukti pendaftaran umrah.
Bukti pembayaran.
Dokumen pendukung lainnya yang relevan.
Mengikuti proses verifikasi data oleh tim Jannah Firdaus.
Setelah proses verifikasi selesai, jamaah dapat memilih paket serta jadwal keberangkatan yang tersedia sesuai kebutuhan mereka.
Untuk membantu jamaah yang ingin segera berangkat ke Tanah Suci, Jannah Firdaus telah menyiapkan jadwal keberangkatan mulai 8 Juni 2026, menjadikannya salah satu travel yang membuka musim umrah lebih awal setelah berakhirnya operasional musim haji.
Keberangkatan ini sekaligus menjadi bukti kesiapan operasional Jannah Firdaus dalam melayani jamaah yang ingin segera mewujudkan kerinduan menuju Baitullah tanpa harus menunggu hingga beberapa bulan ke depan.
Direktur Jannah Firdaus Tour & Travel, H. Rahmat Syam Karya Putra, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan guna memastikan seluruh proses keberangkatan berjalan lancar dan memberikan kenyamanan maksimal bagi jamaah.
“Kami memahami bahwa banyak jamaah yang telah menanti kesempatan untuk berangkat ke Tanah Suci. Oleh karena itu, seluruh aspek operasional telah kami siapkan dengan matang, mulai dari penerbangan, akomodasi, transportasi, hingga pelayanan dan pendampingan ibadah di Arab Saudi. Komitmen kami adalah memastikan setiap jamaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk,” ujar H. Rahmat Syam Karya Putra.
Selain keberangkatan perdana pada 8 Juni 2026, tersedia pula berbagai pilihan jadwal keberangkatan lainnya yang dapat dipilih secara fleksibel sesuai kebutuhan jamaah.
“Kami sudah siap memberangkatkan jamaah mulai 8 Juni 2026. Jamaah yang terdampak dapat memilih jadwal yang paling sesuai dengan kesiapan mereka. Kami ingin memastikan kerinduan mereka menuju Baitullah dapat segera terwujud,” ujar Mr Wael Ahmed.
Dengan jadwal keberangkatan yang rutin setiap bulan serta dukungan sistem operasional yang terintegrasi, Jannah Firdaus optimistis dapat membantu jamaah terdampak untuk kembali mendapatkan kesempatan beribadah ke Tanah Suci dengan aman dan nyaman.
Di tengah meningkatnya harga tiket penerbangan dan biaya operasional yang membuat banyak penyelenggara perjalanan umrah melakukan penyesuaian harga, Jannah Firdaus memilih untuk tetap menjaga harga paket umrahnya agar tetap kompetitif dan terjangkau.
Melalui efisiensi operasional, kemitraan internasional yang kuat, serta sistem pelayanan yang terintegrasi, Jannah Firdaus tetap menghadirkan paket umrah berkualitas dengan harga mulai dari Rp23 juta per jamaah.
Komitmen tersebut dilakukan agar semakin banyak umat Islam dapat berangkat ke Baitullah tanpa harus terbebani lonjakan biaya yang signifikan.
“Walaupun harga yang kami tawarkan termasuk yang paling terjangkau di Indonesia, kami tetap berkomitmen menjaga kualitas pelayanan. Kami ingin sebanyak mungkin umat Islam dapat memenuhi panggilan Allah tanpa terkendala biaya,” ungkap Mr Wael.
Untuk mendukung program ini, Jannah Firdaus telah menyiapkan berbagai kebutuhan operasional, antara lain:
Kuota khusus hingga 500 jamaah.
Tim verifikasi dan pendampingan khusus.
Hotel pilihan di Makkah dan Madinah.
Pembimbing ibadah berpengalaman.
Program manasik sebelum keberangkatan.
Sistem pelayanan dan customer care terintegrasi.
Seluruh jamaah akan diberangkatkan secara bertahap sesuai jadwal dan ketersediaan seat penerbangan.
Sebagai travel resmi yang telah berpengalaman sejak tahun 2003, Jannah Firdaus telah melayani puluhan ribu jamaah umrah dan haji.
Perusahaan ini terdaftar resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia.
Selain memiliki legalitas yang jelas, Jannah Firdaus juga telah mengantongi sertifikasi ISO 9001:2015 sebagai bentuk komitmen terhadap mutu pelayanan.
Operasional perusahaan didukung oleh tim profesional yang berpengalaman di Makkah, Madinah, dan Jeddah, serta jaringan internasional yang memastikan kebutuhan jamaah tertangani dengan baik selama perjalanan ibadah.
Menurut Wael, kepercayaan puluhan ribu jamaah selama lebih dari dua dekade menjadi bukti konsistensi pelayanan yang terus dijaga oleh perusahaan.
“Alhamdulillah, selama ini kami terus menjaga komitmen keberangkatan jamaah. Kepercayaan jamaah adalah amanah yang harus kami jaga dengan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Hingga akhir tahun 2026, Jannah Firdaus menargetkan dapat memberangkatkan sekitar 30.000 jamaah umrah dan haji plus ke Tanah Suci.
Target tersebut didukung oleh jaringan operasional yang luas, kerja sama internasional yang kuat, sistem pelayanan terpadu, serta komitmen perusahaan dalam menghadirkan pengalaman ibadah yang aman, nyaman, dan berkesan.
Bagi Jannah Firdaus, program solidaritas ini bukan sekadar program promosi, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap umat.
“Kami percaya setiap muslim yang telah berniat menjadi tamu Allah adalah saudara yang harus didukung dan dibantu. Semoga program ini menjadi jalan bagi saudara-saudara kita untuk tetap dapat mewujudkan impian menuju Baitullah,” tutup Wael.