Wartajakarta.com Bersama korban penipuan Asuransi Jiwa Sraya Pengacara kondang Prof. Dr. OC Kaligis mengadakan jumpa pers di Kantor OC Kaligis ,& Associates Rabu ( 15/3/2023) “Saya menjadi salah satu korban dari PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Uang Rp20
miliar yang dia setor di asuransi tersebut pun belum kembali .
,” Saya waktu itu di rayu oleh sebuah bank , bahwa nyimpan duit di Jiwa Sraya aman, setahun duit bisa kembali. Ternyata telah terjadi mega korupsi di Asuransi Jiwasraya pada 2004. Barulah delapan tahun kemudian, ‘proyek’ protection plan ditawarkan ke masyarakat lewat tujuh bank.
“Jadi, modus operandinya bukan untuk melakukan perjanjian asuransi dengan protection plan, tapi untuk mengumpulkan dana sebanyak mungkin untuk me-recover tekanan keuangan dari Jiwasraya pada waktu itu yang sudah amburadul,” ungkap OC Kaligis
Kaligis mengklaim telah menjalani mediasi, tetapi hanya diberi janji pengembalian dana. Ia bahkan telah mengirimkan surat kepada berbagai pihak termasuk DPR, Menteri BUMN Erick Thohir dan Presiden Joko Widodo, namun tak mendapat balasan.
Tak hanya itu, ia juga membuka posko pengaduan korban proyek protection plan Asuransi Jiwasraya. Dia menegaskan pengacara macam dirinya saja bisa terkecoh sehingga harus kehilangan uang miliaran rupiah.
“Kalau seorang pengacara seperti saya ditipu bagaimana hukum itu bisa dilaksanakan,” ujarnya.
“Enggak banyak sih cuma 20 miliar uang saya di dalam. Itu hasil kerja dari tahun 66, jerih payah saya. Saya termasuk orang bodoh juga barangkali karena terkecoh,” imbuhnya.
Sebab itu, Kaligis meminta Jokowi membantu nasabah Asuransi Jiwasraya untuk mendapatkan kembali dana mereka.
Menurutnya, kasus gagal Jiwasraya menjadi contoh yang tidak baik dalam penegakan hukum di Indonesia. “Kami harap, barangkali, Pak Jokowi terketuk hatinya membantu 1 juta orang-orang yang mengharapkan uangnya kembali,” jelasnya.
“Kita nggak minta macam-macam pak, kita cuma minta uang kita kembali,” tandasnya. Saya bersama Forum Pensiunan BUMN Nasabah Jiwa Sraya , Saya sebagai Korban dan Pengarah . Disini saya tidak dibayar ( Prodeo )
Sahrul Tahir..ketua Forum Pengasinan BUMN to tidak ada respon , DPR sudah , Menkopolhukam udah Karena 2 tah Restrukturisasi.jangan mengorbankan nasabahnya.. Ini adalah uang pengsuinan kami dari Karyawan BUMN yang disimpan di Jiwa Sraya , ujar Sahrul Tahir,
OC Kaligis juga menambahkan Restrukturisasi itu memperbaiki bukan menutup ..uang kami di potong 50-75ni menzolimi , tolong uang kami di kembalikan.. . Tegasnya lagi .
.. Kami juga sudah gugat ke Pengadilan, hakim minta uang nya nasabah di kembalikan , ternyata tidak ada respon juga , bahkan barang – barang milik Jiwa sraya, SDH dipindah tangan kan , ini mereka menghindari sita jaminan ╯ Erick Thohir pernah di panggil pengadilan…tapi . datang