Wartajakarta.com-Gandeng Kementerian Kesehatan, kegiatan ini mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan stroke melalui aktivitas fisik dan edukasi kesehatan.Pada hari Minggu 1/11/2026 –Memperingati World Stroke Day atau Hari Stroke Sedunia 2026, Yayasan Stroke Indonesia menggelar kegiatan Fun Walk pada Minggu (1/11/2026).
Berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan RI, kegiatan ini berlangsung di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, dengan melibatkan sekitar 2.200 peserta dari berbagai kalangan.
Mengusung semangat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya stroke, kegiatan ini tidak sekedar menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga momentum untuk mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat sekaligus memahami pentingnya penanganan stroke sejak dini.
World Stroke Day sendiri diperingati setiap 29 Oktober. Melalui kegiatan Fun Walk yang dilaksanakan pada 1 November 2026, Yayasan Stroke Indonesia ingin memperluas edukasi mengenai pencegahan, penanganan cepat, hingga pemulihan bagi penyintas stroke.
Ketua Pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa Fun Walk merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Stroke Sedunia yang bertujuan membangun kepedulian bersama, baik dari masyarakat maupun tenaga pelayanan kesehatan.
“Tujuan utamanya adalah membangun kesadaran masyarakat agar lebih tanggap terhadap stroke. Mulai dari pencegahan, mengenali gejalanya, segera membawa pasien ke rumah sakit ketika terjadi serangan, hingga memastikan penyintas mendapatkan pemulihan dengan standar pelayanan yang baik agar dapat kembali beraktivitas di tengah masyarakat,” ujarnya.
Antusiasme Peserta Melampaui Target Panitia
Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang mengikuti Fun Walk. Panitia awalnya menargetkan sekitar 1.000 peserta. Namun, pendaftaran yang dibuka untuk masyarakat umum mendapat respons positif hingga jumlah peserta diperkirakan mencapai lebih dari 2.200 orang.
Menariknya, peserta tidak hanya berasal dari masyarakat yang ingin menjalani aktivitas olahraga, tetapi juga melibatkan penyintas stroke. Tercatat sekitar 65 penyintas stroke dari berbagai wilayah di Jakarta turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Menurut panitia, keterlibatan penyintas menjadi bagian penting untuk menunjukkan bahwa kegiatan pencegahan dan pemulihan stroke membutuhkan dukungan bersama.
Selain itu, kegiatan ini terbuka bagi berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak dan generasi muda. Pasalnya, stroke bukan lagi penyakit yang hanya mengancam kelompok lanjut usia.
Berdasarkan perkembangan kasus yang menjadi perhatian dunia kesehatan, stroke juga dapat menyerang kelompok usia produktif, bahkan usia yang lebih muda. Karena itu, edukasi mengenai faktor risiko dan pencegahan perlu diberikan sejak dini.
Aktivitas Fisik Jadi Langkah Penting Mencegah Stroke Fun Walk juga menjadi sarana untuk mengingatkan masyarakat bahwa aktivitas fisik secara rutin memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh dan mengurangi risiko stroke.
Dalam keterangannya, Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa aktivitas fisik merupakan salah satu bagian dari upaya pencegahan stroke. Ia juga menyoroti sejumlah faktor risiko utama yang perlu dikendalikan, seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol.
Selain itu, kurangnya aktivitas fisik, obesitas, serta konsumsi garam berlebihan juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Masyarakat diimbau untuk menerapkan pola makan dengan gizi seimbang serta membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak.
Kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki, berolahraga, dan menjaga pola makan dapat menjadi langkah awal dalam membangun gaya hidup yang lebih sehat.
Kampanye CERDIK untuk Membangun Kebiasaan Hidup Sehat
Sejalan dengan kampanye pencegahan penyakit tidak menular dari Kementerian Kesehatan, masyarakat juga diajak menerapkan prinsip CERDIK sebagai langkah menjaga kesehatan.
CERDIK merupakan singkatan dari enam kebiasaan penting, yaitu:
C – Cek kesehatan secara rutin, untuk mengetahui kondisi tubuh dan mendeteksi faktor risiko sejak dini.
E – Enyahkan asap rokok, dengan menghindari kebiasaan merokok dan paparan asap rokok.
R – Rajin beraktivitas fisik, melalui olahraga maupun kegiatan sederhana seperti berjalan kaki.
D – Diet seimbang, dengan memperhatikan asupan nutrisi serta membatasi gula, garam, dan lemak.
I – Istirahat yang cukup, dengan menjaga kualitas dan waktu tidur.
K – Kelola stres, agar kesehatan fisik dan mental tetap terjaga.
Penerapan kebiasaan tersebut diharapkan tidak hanya membantu menurunkan risiko stroke, tetapi juga menjaga kesehatan jantung dan mencegah berbagai penyakit tidak menular lainnya.
Siapkan Relawan Stroke Helper Indonesia
Tidak berhenti pada kegiatan Fun Walk, Yayasan Stroke Indonesia juga menyiapkan program edukasi dan pelatihan bagi masyarakat melalui Stroke Helper Indonesia.
“Ke depan, Yayasan Stroke Indonesia telah menyiapkan sejumlah program untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi stroke. Salah satunya melalui pelatihan khusus bernama Stroke Helper Indonesia. Program ini bertujuan membentuk relawan yang mampu mengenali gejala stroke secara cepat, kemudian segera menghubungi ambulans atau membawa pasien ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan medis dalam periode emas (Golden Periode),” ujar Mayjen TNI Purn. dr. Tugas Ratmono, Sp.N., FNRE., MARS., MH., Ketua Umum Yayasan Stroke Indonesia.
Program ini dirancang untuk membentuk relawan yang memiliki kecakapan dalam mengenali gejala stroke secara cepat serta memahami langkah awal yang perlu dilakukan ketika menemukan seseorang mengalami serangan stroke.
Sejalan dengan tema kampanye Act FAST, Time Is Now, yang menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda stroke dan segera mencari pertolongan medis.
Penanganan dalam periode emas atau golden hour menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan peluang pemulihan pasien.
Lanjutkan Edukasi Melalui Seminar Kesehatan
Setelah kegiatan Fun Walk, rangkaian World Stroke Day 2026 dilanjutkan dengan seminar dan webinar edukasi kesehatan yang ditujukan bagi masyarakat umum.
Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang kesehatan untuk memberikan pemahaman lebih luas mengenai pencegahan, penanganan, rehabilitasi, serta pendekatan kesehatan dalam menghadapi stroke.
Adapun keynote speaker yang hadir adalah Mayjen TNI Purn. dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.N., FNRE., MARS., MH., selaku Ketua Umum Yayasan Stroke Indonesia, dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid., selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan RI, serta Drg. Ani Ruspitawati, M. M selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.
Selain itu, seminar turut menghadirkan:Dr. Sulung Mulia Putra, MPH.,Dr. Wahyudi, Sp.KFR.,
Dr. Inggrid Tania, M.Si.,Dr. Zicky Yombana Babeheer, Sp.N., AIFO-K., DAIFIDN., CPS.Ledrik Laurika
Komaruddin Rachmat CD Melalui sesi edukasi tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh informasi yang tepat mengenai faktor risiko stroke, pentingnya mengenali gejala sejak awal, penanganan medis, hingga proses rehabilitasi bagi penyintas.
Cegah, Tanggap, Pulih Jadi Pesan Utama Melalui rangkaian peringatan World Stroke Day 2026, Yayasan Stroke Indonesia berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya stroke semakin meningkat.
Upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga, komunitas, dan masyarakat luas.
Menutup keterangannya, Ketua Yayasan Stroke Indonesia menyampaikan pesan yang menjadi semangat utama Yayasan Stroke Indonesia, yakni Cegah, Tanggap, dan Pulih.
“Salam Yastroki, cegah, tanggap, pulih. Untuk mencegah stroke, mari kita semua menerapkan pola hidup CERDIK dan bersama-sama membangun kebiasaan hidup sehat,” pungkasnya.
Melalui Fun Walk dan seminar edukasi ini, peringatan World Stroke Day 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan sekitar.
Sebab, langkah pencegahan yang dimulai hari ini dapat menjadi investasi penting untuk mengurangi risiko stroke di masa mendatang.
#WorldStrokeDay2026 #HariStrokeSedunia #YayasanStrokeIndonesia #FunWalkJakarta #StrokeAwareness #CegahStroke #CegahTanggapPulih #HidupSehat #KementerianKesehatan #EdukasiKesehatan