Wartajakarta.com- Berkomitmen meluaskan sebaran dari kenikmatan daging kurban sejak 1994, Dompet Dhuafa senantiasa menjadikan momen Iduladha sebagai multi keberkahan. Mulai dari keberkahan daging kurban yang menjangkau pelosok, menguatkan perkonomian peternak lokal maupun keberkahan bagi pekurbannya sendiri dengan menjadikan ibadah kurban sebagai persiapan kendaraan terbaiknya. Di tahun ini, Dompet Dhuafa terus menghadirkan terobosan-terobosan untuk melayani masyarakat menunaikan kurbannya.
Di antara terobosan tersebut adalah menghadrikan pilihan kurban Unta, pilihan Sapi Kurban Raksasa di menu Kurban Express, tentunya juga kurban untuk luar negeri, khususnya negara-negara yang tengah dilanda konflik seperti Palestina. Bahkan, Dompet Dhuafa juga sudah menyiapkan pabrik pengalengan daging kurban di Mesir. Ini menjadi bukti bahwa Dompet Dhuafa berkomitmen menghadirkan kebahagiaan kurban keseluruh pelosok negeri dan mancanegara. “Ini bagian dari dukungan Dompet Dhuafa untuk Palestina. Karena batasan bantuan itu semakin ketat, maka kami ikut dalam misi Global Sumud Flotilla. Inti dari kurban itu adalah berkorban. Jadi, intinya kita menukar hal yang kita miliki, termasuk harta kita untuk kecintaan kepada Allah SWT. Di momentum kurban ini, perlu dikuatkan pengorbanan kita semua.
Seperti halnya para aktivis Global Sumud Flotilla ini sudah mengorbankan dirinya untuk kemanusiaan yang tentunya sebagai bukti kecintaan kepada Allah SWT,” jelas Ahmad Juwaini, Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa.
Menambahkan penjelasan dari Ahmad Juwaini, ada Muhammad Zahron yang baru kembali dari Mesir, menyiapkan kurban untuk Palestina dan pendistribusian bantuan lainnya. “Kami langsung ke Mesir menyiapkan bantuan untuk Gaza melalui Raffah. Terkait dengan kurban, kami mengupayakan kurban untuk Palestina lebih panjang pendistribusiannya, maka kami memilih pengalengan sebagai salah satu distribusi kurban di Palestina. Sehingga nikmat daging kurban dapat dinikmati lebih lama lagi oleh masyarakat Palestina,” papar Muhammad Zahron.
Kebaikan kurban yang Dompet Dhuafa rancang tentu menjadikan momentum ini sebagai ajakan kepada publik untuk memaknai pengurbanan dan bukti ketaatan kepada Allah SWT. Berbagai kriteria Dompet Dhuafa hadirkan baik dalam melayani pekurban seperti hadirnya Kurban Express yang menjual Sapi Raksasa berbobot lebih dari 1 Ton. Kemudian di tahun ini Dompet Dhuafa menargetkan sebar 43.000 hewan kurban setara doka (domba-kambing).
“Kami punya dua kriteria besar di Kurban kali ini. Yaitu pendistribusian kurban di pelosok negeri dan penyaluran ke negara-negara yang tengah berkonflik. Di Indonesia wilayah Aceh dan Sumatra menjadi salah satu prioritas karena tehun lalu tengah dilanda bencana. Bahkan penjualan kurban untuk Aceh dan SumUt sudah sold out, yang SumBar juga hampir habis. Di depan juga kami menghadirkan hewan kurban berbobot super atau raksasa.
Ini menjadi salah satu pilihan kurban terbaik yang dapat dipilih para pekurban,” tutur Ali Bastoni, yang tahun ini mendapat amanah sebagai ketua kurban 1447 H Dompet Dhuafa.
Untuk menunaikan kurbannya tentu kami menyediakan berbagai channel pembayaran yang bisa dipilih masyarakat. Melalui konter-konter, pembayaran transfer bank, e-commerce hingga dapat ditunaikan melalui Aplikasi Dompet Dhuafa.
Menguatkan penuturan dari Ali Bastoni, Indro Warkop DKI selaku publik figur mengungkapkan makna pengorbanan. Ia memaknai pengorbanan adalah sebuah kebaikan secara universal, bukan hanya untuk agama kita (Islam) tapi juga bisa menjadi wujud kasih sayang Tuhan.
“Bagaimana Allah SWT memberikan kesempatan untuk berbuat baik. Seperti halnya pengorbanan Mas Ronggo yang sudah memberikan pengorbanan untuk Palestina, ini tidak hanya untuk Islam, tetapi ini adalah untuk kemanusiaan. Pengorbanannya tidak hanya untuk Palestina, tetapi menurut saya pengorbanannya sudah untuk Allah SWT. Ini kesempatan kita semua, sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Maka ini kesempatan untuk menghambakan kita kepada Allah SWT untuk meminimalisir dosa-dosa kita,” jelas Indro dalam konferensi pers “Dari Satu Pengorbanan Jadi Berlimpah Manfaat”. Pada kesempatan ini, Indro juga menceritakan bahwa beberapa tahun lalu sudah mempercayakan kurban kepada Dompet Dhuafa. Karena ia merasa bahwa Dompet Dhuafa kapabel dan sudah ada riset, ada juga source. Sehingga Indro meyakini kurbannya bisa sampai ke yang membutuhkan. Bahkan pada saat itu kurbannya bisa dikirim sampai ke Myanmar.
“Saya melihat pendistribusian ini menurut saya sepele sekali. Di kota besar ini banyak sekali kurban, tetapi Dompet Dhuafa menyalurkannya ke pelosok-pelosok. Saya akhirnya memilih Dompet Dhuafa, karena mereka berjalan melalui agama. Walaupun kita harus menterjemahkan itu secara universal. Ketika Dompet Dhuafa berjalan melalui agama, tentu ini bisa dipertanggung jawabkan menurut saya. Jadi saya yakin lembaga ini akan memiliki pertanggung jawaban kepada Allah SWT. Ketika itu Dompet Dhuafa lakukan, maka sudah tahu apa yang dipertanggung jawabkan. Ketika saya menunaikannya melalui Dompet Dhuafa saya merasa puas, karena mereka (Dompet Dhuafa) melakukan itu dengan pertanggung jawaban berdasar agama dan sampai kepada yang membutuhkan,” jelas Indro.
Di sisi lain, pada kesempatan ini Dompet Dhuafa menghadirkan dua delegasinya yang kemarin tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0. Mereka mengisahkan perjalanan panjangnya hingga kisah perlakuan saat diculik oleh zionis Israel. “Penyiksaan itu hadir di setiap pintu transit. Baik itu pukulan, dan penyiksaan lainnya kami terima. Beberapa teman juga ada yang mendapatkan penyiksaan dengan disetrum. Bahkan di sel terakhir kami hendak dikeluarkan tapi dihadapkan dengan layar besar isinya penyiksaan Hamas, sambil mereka bilang itu teman kamu (yang melakukan penyiksaan). Kami dua hari tidak makan, karena seluruh relawan melakukan mogok makan, karena tidak mau makan makanan dari Israel. Tapi Alhamdulillah dari keahlian saya sebagai videografer, bisa membawa saya untuk melakukan perjuangan bagi kemerdekaan Palestina,” ungkap Ronggo Wirasanu, relawan Dompet Dhuafa yang ada di Misi Global Sumud Flotilla 2.0.
Melalui sambungan online zoom, Herman Budianto menguatkan kisah yang dituturkan Ronggo Wirasanu. Mengingat Herman mendapatkan banyak penyiksaan yang dia rasa “hadiahnya” lebih dari beberapa relawan lainnya. “Mungkin Mas Ronggo banyak amal soleh, jadi tidak terlalu mendapatkan banyak siksaan. Kalau saya banyak siksaan, karena pertama saya masih pakai baju Global Sumud Flotilla, kemudian kedua mereka mengecek sosial media saya. Mereka marah dan memberikan banyak hadiah pukulan kepada saya. Mereka menarik para relawan yang diculik ini seperti akan mematahkan sendi. Karena menurut saya tujuannya untuk menyakiti kita. Tapi yang paling penting perjuangan ini terus menjaga asa perjuangan untuk kemerdekaan Palestina,” tambah Herman Budianto, relawan Dompet Dhuafa yang ada di Misi Global Sumud Flotilla 2.0.
TENTANG DOMPET DHUAFA
Dompet Dhuafa adalah lembaga filantropi islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya, welasasih (filantropis) dan wirausaha sosial. Sudah berjalan lebih tiga dekade (32 tahun), Dompet Dhuafa berkontribusi menghadirkan layanan bagi pemberdayaan dan pengembangan umat melalui lima pilar program yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kebencanaan, dakwah dan budaya, serta CSR. Dompet Dhuafa juga menerapkan tata kelola sesuai prinsip GCG (transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran) dan memastikan organisasi berjalan sesuai regulasi, kepatuhan syariah dan ketentuan-ketentuan lainnya.