WartaJakarta.com- Jakarta
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Jakarta ke-499, One B JKT Festival sukses menghadirkan perpaduan hiburan, budaya, dan kreativitas dalam sebuah perayaan meriah yang berlangsung di One Belpark Mall pada Minggu (21/6/2026).
Salah satu agenda yang paling menarik perhatian pengunjung adalah Lomba Baju Betawi & Runway. Ajang ini memberikan kesempatan bagi peserta dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga dewasa, untuk tampil percaya diri sekaligus melestarikan budaya Betawi melalui busana tradisional yang dipadukan dengan sentuhan modern. Dengan biaya pendaftaran yang terjangkau, kegiatan ini menjadi ruang ekspresi bagi masyarakat yang ingin menunjukkan kecintaannya terhadap budaya lokal.
Selain kompetisi busana, festival juga dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan seperti Fashion Show bertema Budaya Betawi, pentas Lenong, atraksi Ondel-Ondel, gelar tari tradisional, hingga sajian kuliner khas Betawi yang berhasil menarik perhatian para pengunjung.
One B JKT Festival membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat dikemas secara kreatif, menarik, dan menghibur sehingga mampu menjangkau berbagai kalangan, khususnya generasi muda. Kehadiran komunitas, pelaku seni, dan masyarakat dalam satu ruang yang sama menciptakan suasana penuh kebersamaan sekaligus memperkuat identitas budaya Jakarta.
Festival ini pun layak menjadi destinasi akhir pekan bagi keluarga dan pecinta budaya yang ingin merayakan ulang tahun Jakarta dengan cara berbeda, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya Betawi yang kaya akan nilai dan tradisi.
Violla Alexandria, Model Cilik yang Berkembang Bersama Dunia Seni.
Di sela-sela acara, Warta Jakarta berkesempatan berbincang dengan salah satu peserta modeling, Violla Alexandria, yang di usianya yang baru menginjak 11 tahun telah aktif mengembangkan bakat di bidang seni dan modeling.
Meski memiliki aktivitas yang cukup padat, Violla tetap mampu menyeimbangkan waktu antara pendidikan dan pengembangan bakatnya. Ketertarikannya pada dunia modeling pun muncul secara tidak terduga saat dirinya sedang tampil bernyanyi di sebuah pusat perbelanjaan.
“Aku pernah nyanyi di mall, terus lihat ada anak-anak jalan di panggung. Aku jadi tertarik dan bilang ke Mami mau coba,” ungkap Violla.
Berawal dari rasa penasaran tersebut, sang ibu kemudian mencari tempat belajar melalui media sosial hingga akhirnya menemukan ARS Academy. Sejak saat itu, Violla mulai mengikuti kelas modeling dan semakin mengenal dunia fashion secara lebih serius.
Sebelumnya, Violla telah lebih dulu menekuni dunia tarik suara sejak usia sekitar tujuh tahun. Sementara dunia modeling mulai digelutinya ketika berusia sekitar sembilan hingga sepuluh tahun. Ia juga kerap tampil bernyanyi di berbagai acara di pusat perbelanjaan, yang menjadi awal terbentuknya rasa percaya diri saat berada di atas panggung.
Sang ibu menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memaksa putrinya untuk mengikuti dunia hiburan.
“Saya tidak memaksa. Dia sendiri yang ingin mencoba. Saya hanya mendukung dan mengantar karena juga bekerja,” tuturnya.
Menurutnya, aktivitas tersebut bukan bertujuan menjadikan Violla sebagai artis, melainkan sebagai wadah untuk mengembangkan bakat, karakter, dan rasa percaya diri sejak dini.
Menariknya, Violla mengaku lebih menikmati dunia modeling dibandingkan bernyanyi.
“Kalau modeling ada teman banyak, bisa kenalan, jadi nggak bosan. Kalau nyanyi itu sendiri,” katanya sambil tersenyum.
Saat ini, Violla rutin mengikuti kelas di akademi modeling setiap minggu. Kegiatan tersebut dinilainya sangat membantu meningkatkan keberanian untuk tampil di depan banyak orang.
Prestasi dan Perkembangan.
Meski masih belia, Violla telah mengukir sejumlah prestasi di dunia modeling, di antaranya:
Juara 1 pada ajang bertema budaya daerah.
Runner Up Putri Kebaya.
Nominasi F Icon.
Selain itu, ia juga telah beberapa kali tampil dalam berbagai event fashion dan pertunjukan anak. Bagi keluarganya, pencapaian terbesar bukan hanya soal gelar yang diraih, tetapi juga perubahan positif pada kepribadiannya.
Kini Violla dikenal lebih percaya diri, lebih mudah bergaul, serta tidak lagi merasa gugup ketika tampil di depan umum.
“Dia jadi lebih percaya diri, lebih berani kenal orang baru,” ujar sang ibu.
Di tengah berbagai aktivitas seni yang dijalaninya, Violla tetap menjalani keseharian layaknya anak seusianya dengan bersekolah, mengikuti les, serta membagi waktu untuk berlatih dan mengembangkan bakat.
Bagi keluarga, kemenangan bukanlah tujuan utama. Yang terpenting adalah proses belajar, keberanian untuk mencoba hal baru, serta tumbuhnya rasa percaya diri yang akan menjadi bekal berharga bagi masa depan Violla.