Connect with us

Ragam

Eza Azka Rafasya, Bocah 8 Tahun Peraih AAIA 2026 yang Menginspirasi Lewat Prestasi Sains dan Matematika

WartaJakarta.com  –Jakarta

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Indonesia. Eza Azka Rafasya, siswa kelas 2 SDN Sunter Jaya 09 Jakarta Pusat berusia 8 tahun, berhasil menerima Anugerah Anak Indonesia Awards (AAIA) 2026 kategori Sains dan Matematika. Penghargaan tersebut diserahkan pada Minggu, (19 /7 ) 2026, di Auditorium RRI Pusat Jakarta sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, semangat belajar, dan prestasi luar biasa yang telah diraihnya sejak usia dini.

Putra pasangan Aditya Eka Susila dan Ratna ini dikenal sebagai anak yang memiliki kecintaan besar terhadap matematika. Ketekunan, disiplin, serta semangat belajarnya telah mengantarkan Eza meraih berbagai prestasi di ajang matematika tingkat nasional yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Bakat Matematika Terlihat Sejak Usia 3,5 Tahun

Menurut sang ibu, kemampuan berhitung Eza mulai terlihat ketika usianya baru sekitar tiga setengah tahun. Saat itu, Eza sudah mampu menyelesaikan soal-soal penjumlahan dengan kemampuan yang jauh melampaui anak-anak seusianya.

Melihat potensi tersebut, orang tuanya segera memberikan pendampingan melalui les privat di rumah. Seiring berjalannya waktu, kemampuan Eza semakin berkembang hingga berhasil meraih berbagai kemenangan dalam kompetisi matematika. Atas saran para pembimbing, Eza kemudian mengikuti pendidikan sempoa untuk mengasah kemampuan berhitungnya secara lebih mendalam.

Keputusan tersebut menjadi salah satu langkah penting yang membuka jalan bagi Eza untuk terus berprestasi di tingkat nasional.

Deretan Prestasi Nasional

Tahun 2026 menjadi salah satu tahun terbaik bagi Eza. Ia berhasil meraih Medali Perak Olimpiade Matematika Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh KPM. Kompetisi tersebut mempertemukan peserta terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia, dan Eza mampu menunjukkan kemampuan luar biasa hingga berhasil berdiri di podium juara.

Prestasinya tidak berhenti di situ. Eza juga kembali terpilih mengikuti olimpiade matematika nasional dari penyelenggara lain ketika dirinya baru akan naik ke kelas dua SD. Hal ini menunjukkan konsistensi kemampuan akademiknya yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

Menariknya, Eza tidak hanya berprestasi di bidang akademik. Ia juga pernah meraih gelar Pemenang Abang None Cilik, membuktikan bahwa dirinya memiliki kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan karakter yang baik.

Belajar Melebihi Tingkat Kelasnya

Meski masih duduk di bangku sekolah dasar, kemampuan matematika Eza telah melampaui tingkat usianya. Dalam kesehariannya, ia terbiasa mengerjakan soal-soal dengan tingkat kesulitan yang umumnya dipelajari siswa kelas tiga hingga kelas empat.

Menurut sang ibu, semangat belajar Eza muncul dari dirinya sendiri. “Dia memang kemauannya tinggi. Yang dipelajari bukan hanya tingkat kelasnya, tetapi sudah di atas level anak kelas tiga sampai kelas empat. Dia selalu ingin bisa lebih banyak,” ungkapnya, Selasa ( 28/7) 2026 di Jakarta. Keinginan untuk terus belajar inilah yang menjadi salah satu faktor utama keberhasilan Eza dalam berbagai kompetisi.

Dukungan Orang Tua Menjadi Kunci

Di balik setiap prestasi yang diraih Eza, terdapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya. Sang ibu selalu setia mendampingi proses latihan, mengantar mengikuti berbagai perlombaan, hingga memberikan motivasi tanpa henti.

“Alhamdulillah, semua perjuangan selama ini terbayar. Les, mengantar saat panas maupun hujan, semuanya ada hasilnya,” ujarnya penuh rasa syukur.

Atas dedikasi tersebut, sang ibu juga menerima penghargaan dalam ajang Anugerah Anak Indonesia Awards 2026 sebagai bentuk apresiasi atas peran aktifnya dalam mendampingi tumbuh kembang dan prestasi sang buah hati.

Menginspirasi Orang Tua dan Anak Indonesia

Kemampuan Eza juga mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Bahkan sang ibu pernah dipercaya menjadi narasumber untuk berbagi pengalaman kepada para orang tua mengenai cara mengenali serta mengembangkan potensi anak sejak usia dini.

Baginya, setiap anak memiliki bakat yang berbeda sehingga orang tua perlu menjadi pendamping yang mampu menemukan dan mengembangkan potensi tersebut.

“Semua anak punya keahlian masing-masing. Ada yang berbakat mewarnai, modeling, atau matematika. Saya melihat Eza memang di matematika, jadi tugas saya sebagai orang tua adalah mendukung dan memberikan fasilitas terbaik agar bakatnya berkembang.”

Menjadi Inspirasi Generasi Muda

Prestasi yang diraih Eza Azka Rafasya membuktikan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi besar. Dengan semangat belajar, kerja keras, disiplin, serta dukungan keluarga dan sekolah, seorang anak mampu berkembang menjadi pribadi yang berprestasi sekaligus menginspirasi banyak orang.

Penghargaan Anugerah Anak Indonesia Awards 2026 menjadi pengakuan atas perjalanan luar biasa Eza di bidang sains dan matematika. Diharapkan kisahnya dapat memotivasi anak-anak Indonesia untuk terus mencintai ilmu pengetahuan, berani berkompetisi secara sehat, serta percaya bahwa setiap anak memiliki potensi luar biasa yang dapat berkembang apabila mendapatkan dukungan dan kesempatan yang tepat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Ragam