Wartajakarta.com- Sebuah karya terbaru Film “Operasi Pesta Copet “persembahan Imajinari dan karya debut sutradara Edy Khemod, Operasi Pesta Copet ” .
Film ini menampilkan kisah emosional di balik munculnya fenomena copet di acara konser yang masih marak terjadi. Karena tekanan ekonomi, empat anak muda merencanakan aksi nekat: mencopet di festival musik
terbesar di Indonesia, Pestapora.
Ijal, Adut, Tia, dan Melodi, tinggal di kawasan pinggiran kota, yang memaksa mereka tak mendapat pekerjaan layak. Sementara biaya hidup terus meninggi, tapi mereka tak pernah bisa mencicipi hidup cukup. Nyopet di konser bukanlah pilihan utama mereka, mereka melakukannya karena terpepet.
Kisah itulah yang tersaji dalam official trailer terbaru Operasi Pesta Copet. Hikmah dari film ini adalah Penonton diajakbuntuk mengenal kisah di balik aksi copet konser lewat kisah empat sahabat yang memilih menjadi keluarga di saat hidup tidak berjalan baik-baik saja.
Tak hanya menggali sisi manusiawinya, official trailer terbaru juga mengajak kita untuk selalu waspada dan terhindar
dari aksi pencopetan di konser.
Operasi Pesta Copet dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani,
Kawai Labiba, dan debut vokalis Sisitipsi, Fauzan Lubis. Film ini disutradarai oleh Edy
Khemod, dengan produser Ernest Prakasa, Dipa Andika, James Erlangga, dan Iqbaal
Ramadhan.
Film Operasi Pesta Copet sendiri sebelumnya memiliki title project Operasi Pesta Pora.
Namun, dalam perkembangannya, film ini mengganti judulnya menjadi Operasi Pesta Copet
karena pertumbuhan tentang ceritanya.
“Judul Operasi Pesta Copet dipilih karena mengacu kembali pada esensi ide awal film ini,
yakni copet sebagai fenomena gunung es ketimpangan sosial. Kami merasa judul ini lebih
lugas mewakili apa yang ingin kami sampaikan,” ujar produser Ernest Prakasa.
“Buat gue menariknya di film ini gue bisa membahas skena musik Indonesia tapi tidak dari
kacamata yang konvensional. Melihat dunia musik Indonesia dari kacamata sosiologisnya.
Selain itu, film ini juga menggabungkan dua industri yang gue geluti sejak dua dekade lalu, musik dan film, menjadi tawaran yang fresh untuk perfilman Indonesia,” ujar sutradara Edy
Khemod.