Connect with us

Ragam

Aqila Nova Qiandra, Usia 10 Tahun Torehkan Prestasi di Seni dan Olahraga hingga Raih AAIA 2026

Aqila Nova Qiandra saat menerima Anugerah Anak Indonesia Awards 2026

WartaJakarta.com – Depok

Di usia yang baru menginjak 10 tahun, Aqila Nova Qiandra telah menunjukkan bahwa usia muda bukanlah batasan untuk berprestasi. Siswi kelas IV SDI Plus Darul Ulum Depok ini berhasil mengembangkan bakatnya di bidang seni dan olahraga hingga meraih berbagai penghargaan membanggakan.

Putri pertama pasangan Amrizal M dan Suci Agus Susanti tersebut baru-baru ini menerima Anugerah Anak Indonesia Awards (AAIA) 2026 kategori Seni dan Olahraga. Penghargaan tersebut diserahkan pada Minggu, 19 Juli 2026, di Auditorium RRI Pusat Jakarta.

Bagi Aqila, penghargaan tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan mengembangkan bakatnya. Ia mengaku merasa bangga, senang sekaligus gugup ketika namanya diumumkan sebagai salah satu penerima penghargaan.

“Perasaan aku bangga, senang, nervous, dan lain-lain. Tapi yang paling besar tentu senang. Menurut aku, penghargaan itu adalah hadiah ketika kita sudah belajar dan menampilkan yang terbaik. Ini menjadi puncak pembuktian dari hasil latihan, semangat, dan pencapaian yang sudah dilakukan,” ujar Aqila.

 

 

Berawal dari Hobi, Jatuh Hati pada Pencak Silat

Salah satu bidang yang paling banyak mengantarkan Aqila meraih prestasi adalah pencak silat. Ketertarikannya terhadap olahraga bela diri tradisional tersebut tidak terlepas dari sosok sang ibu yang juga merupakan atlet silat.

Berawal dari keinginan mencari kegiatan yang sesuai dengan minatnya, Aqila kemudian mencoba berlatih bersama pelatih yang sebelumnya membimbing sang ibu. Dari pengalaman tersebut, kecintaannya terhadap pencak silat pun tumbuh.

“Aku awalnya mencari hobi karena belum cocok dengan yang lain. Terus aku terinspirasi dari mama yang juga atlet silat. Waktu aku coba, ternyata aku suka,” ungkapnya.

Seiring bertambahnya usia, latihan yang dijalani Aqila pun semakin menantang. Jika ketika masih kecil latihan terasa seperti bermain, kini ia harus menjalani latihan fisik yang lebih serius, terutama ketika mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan.

“Dulu waktu masih kecil lebih banyak bercanda dan nggak terasa capek. Sekarang latihannya lebih berat karena fisiknya benar-benar digenjot. Tapi aku tetap semangat, apalagi kalau berhasil jadi juara,” tuturnya.

Dalam kondisi normal, Aqila berlatih pencak silat satu kali dalam sepekan. Namun, menjelang kompetisi, intensitas latihan dapat meningkat menjadi dua hingga tiga kali setiap minggu.

Ia memilih menekuni pencak silat seni yang tidak hanya menampilkan kemampuan bela diri, tetapi juga mengutamakan keindahan, ketepatan, keluwesan, serta penguasaan gerakan.

Kerja keras tersebut berbuah manis. Aqila telah mengoleksi sejumlah medali emas dari berbagai kejuaraan pencak silat tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya adalah keberhasilannya menjadi juara pada Pencak Silat Open Championship II 2024.

Ia juga pernah mengikuti kompetisi pencak silat internasional. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membangun keberanian, ketangguhan, sportivitas, serta mental bertanding Aqila.

Berprestasi di Seni dan Budaya

Tidak hanya di bidang olahraga, Aqila juga aktif mengembangkan kemampuan di bidang seni dan budaya.

Ia berhasil meraih gelar Putra Putri Budaya Cilik Berprestasi yang diselenggarakan oleh (kCMB)   Yayasan Kreasi Muda Cipta Berkarya Berkerja Sama Dengan Kementrian Kebudayaan Republik Indonesia  dan Diapresiakan oleh  Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kota Depok melalui ajang Abang Mpok Budaya Cilik.

Prestasi tersebut menjadi bukti kecintaannya terhadap seni dan budaya sekaligus menjadi pengalaman bagi Aqila untuk mengenal dan ikut melestarikan kekayaan budaya Indonesia sejak usia dini.

Aqila juga berhasil meraih juara dalam lomba tari kreasi tingkat Kota Depok.

Selain pencak silat dan tari, ia memiliki beragam hobi lainnya, seperti menyanyi, menggambar, memasak, dan mewarnai. Berbagai aktivitas tersebut menjadi ruang bagi Aqila untuk terus mengeksplorasi kemampuan dan menemukan bidang yang paling disukainya.

Mengenal Dunia Modeling

Perjalanan Aqila dalam mengembangkan bakat juga merambah dunia modeling. Ketertarikannya bermula ketika ia mendapat kesempatan mengikuti fashion show bersama manajemen yang menaunginya.

Pengalaman tampil di atas catwalk justru membuat Aqila semakin tertarik dan menikmati dunia modeling.

“Awalnya aku ikut manajemen, lalu diajak ikut fashion show parade. Setelah dicoba ternyata seru juga,” katanya, Senin ( 3/8) 2026 di Depok.

Aqila kemudian terus mengasah kepercayaan dirinya melalui berbagai kegiatan, salah satunya melalui OS Management Go Talent 2025, yang memberikan kesempatan kepada anak-anak berbakat untuk mengembangkan kemampuan, memperluas pengalaman, serta meningkatkan rasa percaya diri.

Tetap Mengutamakan Pendidikan

Di tengah berbagai aktivitas dan prestasinya, Aqila tetap berusaha menjalankan kewajibannya sebagai seorang pelajar.

Baginya, prestasi bukan alasan untuk mengesampingkan pendidikan. Keduanya harus berjalan seimbang agar dirinya dapat terus berkembang, baik secara akademik maupun nonakademik.

Dukungan kedua orang tua dan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan Aqila. Dukungan tersebut membuatnya semakin percaya diri untuk mencoba berbagai kegiatan positif sekaligus berani menghadapi tantangan baru.

Aqila menyadari bahwa setiap prestasi membutuhkan proses. Latihan, disiplin, keberanian, konsistensi, serta kemauan untuk terus belajar menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan tersebut.

Penghargaan Bukan Akhir Perjalanan

Setelah menerima AAIA 2026, aktivitas Aqila semakin padat. Selain menjalani sesi pemotretan dan berbagai agenda lainnya, ia juga mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi kejuaraan pencak silat tingkat nasional.

Bagi Aqila, penghargaan yang diterimanya bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan.

Ia berharap dapat meraih prestasi yang lebih tinggi, mengharumkan nama sekolah dan keluarga, membawa nama Kota Depok, serta suatu hari dapat mengharumkan Indonesia di berbagai ajang nasional maupun internasional.

Kisah Aqila Nova Qiandra menjadi gambaran bahwa bakat yang dipadukan dengan disiplin, kerja keras, keberanian, doa, dan dukungan keluarga dapat membuka jalan bagi anak-anak untuk meraih prestasi.

Di usianya yang masih sangat muda, Aqila telah menunjukkan bahwa menjadi juara bukan hanya tentang memperoleh medali atau penghargaan. Lebih dari itu, proses berlatih, belajar, berani mencoba, mampu menghadapi kegagalan, dan tidak mudah menyerah merupakan bagian penting dari perjalanan menuju keberhasilan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Ragam