Connect with us

Nasional

Badan Usaha Milik Masjid (BUMM) sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat

Wartajakarta.com-Badan Usaha Milik Masjid (BUMM) Masjid Pantai Bali adalah satu-satunya lembaga pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis masjid di Jembrana Bali yang perlu kita contoh dan akan kita jadikan sebagai awal pembentukan BUMM di seluruh Kabupaten Jembrana.

Demikian sambutan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jembrana I Komang Wiasa, pada Pembukaan Festival Masjid Pantai Bali, di Desa Cupel, Kec. Negara, Kabupaten Jembrana, Kamis (3/8/2023).

Menurut Wiasa, BUMM Masjid Pantai Bali akan semakin berkembang dengan adanya pembangunan pelabuhan bertaraf internasional di Pengambengan, Negara, Jembrana, Bali. Sekitar 170 hektare lautan bakal direklamasi demi Pelabuhan Pengambengan yang lokasinya relatif dekat dengan Masjid Pantai Bali.

Wiasa menambahkan, pelabuhan baru yang merupakan pemindahan dari Pelabuhan Benoa ini bisa menampung ribuan kapal. Dengan demikian akan banyak penghuni baru yang tinggal di sekitar Cupel. “Warga Cupel kelak akan banyak yang kaya”, papar Wiasa sambil tersenyum.

Selain itu, Wiasa mengapresiasi pelaksanaan Festival Masjid Pantai Bali ini dengan akan memasukkannya dalam E-Katalog Jembrana dan menjadikannya sebagai program tahunan Pemerintah Kabupaten Jembrana.

Luh Putu Diah Puspayanthi, salah satu milenial yang mengangkat nama baik Jembrana ke tingkat nasional melalui UMKM menambahkan bahwa BUMM Masjid Pantai Bali sesuai dengan 4 prioritas program yang dia kembangkan, yakni: UMKM, milenial, Subak (pertanian) dan nelayan. Sehingga, banyak program UMKM Jembrana yang bisa dikerjasamakan dengan BUMM Masjid Pantai Bali.

Imam Purnama selaku Ketua Divisi Pengembangan Bisnis Yayasan Masjid Pantai Nusantara, Arsudin Jogir sebagai Ketua Panitia Festival Masjid Pantai Bali dan Sekretarisnya, Farhan Mahali dengan antusias menyambut baik peluang kerjasama untuk pengembangan ekonomi masyarakat melalui BUMM Masjid Pantai Bali.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

More in Nasional