Connect with us

Nasional

Banyak Pihak Soroti Kemunculan Djoko Tjandra di PN Jakarta Selatan

Jakarta, WartaJakarta – Penyelesaian kasus Djoko Tjandra terus bergulir dan serta menyeret banyak pihak. Hal tersebut juga yang membuat masyarakat ingin mengetahui akhir dari kasus tersebut.

Mengingat masuknya terpidana kasus pengalihan hak tagih (cessie) ini ke Indonesia juga dibumbui permainan dan berkaitan dengan oknum penegak hukum yang nakal.

Bagaimana tidak, Djoko Tjandra yang telah menjadi buron selama sebelas tahun tiba-tiba muncul di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Menurut Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman, kasus permohonan Peninjauan Kembali (PK) Joko Soegiarto Tjandra berbau uang besar.

“Permohonan PK Djoko Soegiarto Tjandra juga didahului dan disertai perbuatan-perbuatan melanggar hukum, yaitu memasuki Indonesia secara menyelundup dan selama di Indonesia menggunakan surat jalan palsu dan surat bebas COVID-19 palsu,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (11/9/20).

Dia menjelaskan bahwa berdasarkan ketentuan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 1 Tahun 2012 dan SEMA Nomor 4 Tahun 2016 jelas ditegaskan jika Pemohon PK tidak hadir maka berkas perkara tidak dikirim ke Mahkamah Agung dan cukup diarsipkan di Pengadilan Negeri.

Terkait kedatangan Djoko Tjandra tersebut, menurut Boyamin, Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan bahkan sempat akan diadukan kepada Komisi Yudisial sebagai dugaan pelanggaran etik.

Kedatangan Djoko Tjandra ke pengadilan tersebut juga dikuatkan oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono.

“Djoko Tjandra bahkan disebut datang langsung ke PN Jakarta Selatan untuk mendaftarkan peninjauan kembali atas putusan Mahkamah Agung,” kata Arief.

Sementara Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule, dan Ketua Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Arifin Nur Cahyono menyebut sudah melaporkan Ketua PN Jaksel ke Bareskrim Mabes Polri, sejak Juli lalu.

“Hingga hari ini, masyarakat anti korupsi menunggu berkait terpidana kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali senilai Rp 904 miliar itu diungkap Bareskrim Polri, sejak mengapa ia tiba-tiba datang ke PN Jaksel,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Nasional