" > Baterai & Panel Surya Lebih Mahal Dari Tarif Listrik Konvensional? Ini Jawaban CEO Baran Energy – WARTAJAKARTA.com
Connect with us

Jakarta

Baterai & Panel Surya Lebih Mahal Dari Tarif Listrik Konvensional? Ini Jawaban CEO Baran Energy

Jaman terus berubah dan berevolusi, begitu juga dengan teknologi terus mengalami perubahan demi mengikuti pekembangan, tak terkecuali teknologi di bidang energi listrik. Perubahan itu mutlak dilakukan, lantaran semakin berkurangnya sumber energi dari fosil. Untuk menyiasati hal tersebut, maka diciptakanlah pembangkit listrik yang bersumber dari energi baru, seperti panel surya dengan pendampingnya baterai listrik.

Namun, belakangan banyak pertanyaan yang muncul di benak kita dan masyarakat pada umumnya, terkait apakah benar listrik panel surya dan baterai lebih mahal dibanding dari listrik konvensional. Menanggapi hal terebut, CEO Baran Energy, Victor Wirawan punya jawabannya tersendiri.

Victor mencontohkan, rumah dengan kapasitas listrik 2.200 watt, harus membayar misalnya sekitar Rp700.000 setiap bulan kepada perusahaan listrik negara. Dalam setahun, biaya listrik satu rumah ini mencapai Rp 8.400.000. Bagaimana jika kebutuhan 2.200 watt ini digantikan dengan panel surya?

Jika rumah berkapasitas 2.200 watt menggunakan sebanyak 200 watt selama 12 jam, itu berarti pemakaian sebesar 2.400 watt.

Solar Panel Baran Energy tampak terpasang di kawasan wisata The Leaf Boutique Resort, Ciawi Bogor

Kita mulai dulu perhitungan dengan total beban listrik. Rumah dengan kapasitas 2.200 watt belum tentu menggunakan seluruh kapasitas itu. Berapa watt rata-rata yang digunakan rumah setiap jamnya? Sebut saja 200 watt. Maka, yang harus dihitung selanjutnya adalah jumlah baterai yang dibutuhkan untuk menyimpan daya 2.400 watt.

Jumlah beban 2.400 watt perlu ditambahkan 20 persen untuk penggunaan perangkat seperti inverter yang mengubah arus DC menjadi AC dan controller sebagai pengatur arus. Jadi, total beban menjadi 2.880 watt.

Total beban itu harus dibagikan dengan 12 Volt – tegangan umum yang dimiliki baterai – untuk mengetahui jumlah arusnya. Maka, total arus yang dibutuhkan adalah 240 ampere.

Jadi, jika menggunakan baterai 60 Ah 12 Volt, maka dibutuhkan empat buah baterai. Makna dari 60 Ah 12 volt adalah baterai tersebut memiliki tegangan 12 volt dengan arus 60 ampere jika digunakan dalam satu jam.

Setelah mendapatkan jumlah baterai, yang harus dihitung kemudian adalah jumlah panel surya yang dibutuhkan. Jika panel berukuran 100 watt peak (wp) yang digunakan, maka dalam sehari panel ini bisa menghasilkan 500 watt listrik. Ini dengan asumsi dalam sehari panel surya hanya mampu menyerap sinar matahari selama lima jam. Dengan begitu, untuk 2.880 watt, dibutuhkan enam panel surya.

Victor Wirawan berbincang dengan sejumlah pengunjung yang ingin menyaksikan teknologi baterai Baran Energy saat peresmian pemakaian di The Leaf Boutique Resort, Ciawi, Bogor

Kisaran harga panel surya adalah $10 per wp. Artinya, enam panel wp berkapasitas 600 wp menguras kocek senilai $6.000 atau sekitar Rp79,8 juta dengan kurs dolar saat ini. Sepintas, ini tampak mahal. Ibaratnya, kita harus membayar listrik sepuluh tahun ke depan yang belum kita gunakan.

Akan tetapi, bukankah kita akan terus membutuhkan listrik? Dengan panel surya, kita hanya membayar sepuluh tahun penggunaan listrik dan menikmatinya dalam waktu yang jauh lebih lama. Untuk jangka panjang, panel surya jelas jauh lebih menguntungkan. Pengguna panel surya bisa menghemat dan mengurangi emisi karbon dalam waktu bersamaan.

Perawatannya pun tak memakan banyak biaya. Panel surya hanya harus dibersihkan dari debu dengan menggunakan air dan sabun. Ini bisa dilakukan enam bulan sekali untuk menjamin panel tersebut menyerap energi matahari dengan maksimal. Tak ada biaya apa-apa.

Sebuah sistem panel surya dengan perawatan yang baik bisa bertahan lebih dari 20 hingga 30 tahun. Tak heran, jika di Nevada, Amerika Serikat, banyak warga yang menggadaikan rumahnya untuk biaya pembuatan panel surya.

“Memang, tidak bisa dipungkiri untuk di awal investasinya agak mahal, namun itu hanya setara pembayaran tagihan listrik 10 tahun. Tetapi yang perlu diingat adalah, 10 tahun atau bahkan 20 tahun mendatang, masyarakat tidak perlu membayar listrik lagi,” ucap Victor.

Belum lagi, Baran Energy sekarang menyediakan cara bayar yang sangat ringan dan bisa dicicil. Hal ini tentu semakin mengurangi beban.

“Perlu diingat juga, bahwa dengan menggunakan teknologi Baran Energy ini, masyarakat sudah berkontribusi terhadap program pemerintah untuk mengurangi polusi udara dan mengurangi pemakaian fosil,” ucap Victor.

Source / rewrite : Tirto

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Jakarta