WartaJakarta.com – Berawal dari usaha rumahan yang hanya melayani pesanan aneka kue pada 2011, Rits Hany’s Kitchen kini berkembang menjadi salah satu penyedia jasa katering yang dipercaya melayani berbagai acara penting, mulai dari kegiatan di Polda, Mabes Polri, hingga Istana Bogor dan Istana Negara Jakarta.
Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa kualitas rasa dan pelayanan mampu membuka peluang usaha tanpa harus mengandalkan promosi besar-besaran.
Owner Rits Hany’s Kitchen, Hany, mengatakan usahanya dibangun secara bertahap. Dari hanya menerima pesanan kecil, kini layanan kateringnya telah menjangkau berbagai wilayah di Jabodetabek dengan didukung puluhan karyawan.
“Awalnya kami hanya memproduksi aneka kue. Kemudian berkembang ke makanan untuk penjualan online hingga menjadi layanan katering. Kami memulai semuanya dari usaha kecil dan berkembang sedikit demi sedikit,” ujar Hany saat ditemui di sela pameran Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 di Jakarta.
Menurut Hany, kepercayaan dari berbagai instansi pemerintah tidak diraih dalam waktu singkat.
Ia mengungkapkan, awalnya Rits Hany’s Kitchen hanya menerima pesanan sederhana berupa aneka kue dan nasi kotak.
Seiring waktu, pelanggan yang puas dengan kualitas makanan dan penyajian mulai merekomendasikan jasanya kepada pihak lain.
“Awalnya hanya menerima pesanan kecil, seperti kue dan nasi kotak. Lama-kelamaan pelanggan bertambah melalui rekomendasi dari mulut ke mulut. Mungkin karena mereka cocok dengan tampilan dan cita rasa makanan kami,” katanya.
Kini, Rits Hany’s Kitchen menyediakan berbagai layanan, mulai dari katering prasmanan, nasi kotak, aneka jajanan tradisional, stan makanan Nusantara, hingga hampers dan tumpeng. Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah kemampuan melayani pesanan dalam waktu singkat.
“Untuk pesanan tumpeng, misalnya, pelanggan bisa memesan satu hingga dua jam sebelum acara dan kami sudah siap mengirimkannya,” ungkap Hany.
Kecepatan tersebut didukung sistem kerja yang terorganisasi. Saat ini Rits Hany’s Kitchen memiliki sekitar 75 karyawan yang terbagi dalam sejumlah divisi, mulai dari tim pengolahan lauk, nasi, garnish, hingga penataan makanan. Dengan pembagian tugas tersebut, pesanan dapat diproses secara bersamaan sehingga siap dikirim dalam waktu relatif singkat.
Meski sebagian besar pelanggan berasal dari Jakarta, Bekasi, Depok, dan Tangerang, Hany mengakui lokasi usahanya yang berada di Bogor sempat menjadi tantangan. Namun, hal itu tidak mengurangi komitmennya untuk melayani pengiriman setiap hari ke seluruh wilayah Jabodetabek.
Di tengah kondisi ekonomi yang dinilai belum sepenuhnya pulih, Hany bersyukur usahanya tetap berjalan stabil.
“Alhamdulillah usaha kami masih stabil. Sampai saat ini belum ada perubahan yang signifikan,” ujarnya.
Selama ini, Rijs Hany’s Kitchen lebih mengandalkan promosi dari mulut ke mulut dibandingkan pemasaran melalui media atau iklan. Menurut Hany, kepuasan pelanggan menjadi strategi promosi paling efektif yang membuat usahanya terus berkembang.
“Selama ini kami hampir tidak pernah melakukan promosi. Pelanggan kami datang dari rekomendasi orang yang sudah pernah mencicipi makanan kami, lalu mereka menyampaikan kepada orang lain,” katanya.
Ke depan, Hany berharap dapat memperluas jangkauan pasar dengan lebih aktif mengikuti berbagai pameran kuliner dan UMKM.
Ia menilai ajang seperti Kreasi Bhayangkari Nusantara menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang lebih luas.
“Harapan kami tentu usaha ini semakin besar dan semakin dikenal masyarakat Indonesia. Karena itu kami ingin lebih sering mengikuti pameran agar jangkauan pemasaran semakin luas,” tuturnya.