RKIH Muda : Survey Gibran Terus Meningkat Meski di Hantam Issu
Wartajakarta.com-– Ketua Umum Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) Muda, Risbar Berlian Bachri, menilai berbagai isu yang terus menyerang nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, mulai dari isu ijazah hingga isu-isu lain yang viral di berbagai media sosial, tidak mampu menurunkan elektabilitasnya. Justru sebaliknya, angka survei Gibran terus naik.
Berdasarkan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) periode 1–10 Oktober 2026, Gibran berada di posisi keempat dalam simulasi semi-terbuka terhadap 24 nama calon presiden dengan elektabilitas 8,4 persen. Angka itu naik dari 5,1 persen pada November 2025, 6,8 persen pada Februari–Maret 2026, dan 7,7 persen pada Juli 2026.
“Mas Gibran dihantam isu ijazah, dihantam isu-isu yang viral di berbagai sosmed dan terus digoreng setiap hari. Para hater bahkan tidak berhenti di Mas Gibran, keluarganya ikut diserang, termasuk isu ijazah Pak Jokowi yang terus diangkat. Tujuannya jelas, ingin menjatuhkan nama beliau dan keluarganya. Tapi faktanya survei tidak turun, malah naik terus. Serangan itu tidak berhasil menggerus kepercayaan rakyat,” tegas Risbar.
Menurut Risbar, kenaikan tiga kali berturut-turut di tengah gempuran isu menunjukkan masyarakat tidak mudah digiring oleh narasi serangan. “Semakin diserang, dukungan semakin menguat. Rakyat punya penilaian sendiri, dan penilaian itu terlihat dari angka survei,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan elektabilitas itu sejalan dengan sambutan hangat warga di berbagai daerah, termasuk di Sulawesi Barat saat kunjungan kerja Wapres pada Senin (2/11/2026).
“Rakyat melihat langsung kehadiran Mas Gibran di daerah. Itu yang membuat dukungan terus menguat, sekeras apa pun isu menghantam,” tutup Risbar.
