Connect with us

Nasional

Zentide Resmi Peroleh Izin Edar untuk Kaylix, Solusi Pembenah Tanah Berbasis Rumput Laut Indonesia

Wartajakarta.com-PT Zentide Bioteknologi Global (Zentide) secara resmi mengumumkan bahwa Kaylix, produk pembenah tanah berbasis rumput laut tropis Indonesia, telah memperoleh Izin Edar dan kini dapat digunakan serta dipasarkan kepada petani di seluruh Indonesia.

Kaylix dikembangkan untuk membantu petani meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk kimia melalui perbaikan kondisi tanah dan peningkatan aktivitas biologis tanah. Dengan penggunaan Kaylix secara konsisten, petani dapat mengurangi input pupuk kimia hingga sekitar 25%. Setelah memperhitungkan biaya Kaylix, pengurangan tersebut berpotensi menghasilkan penghematan biaya produksi hingga sekitar 15% per musim tanam. Dalam banyak kasus di lapangan, perbaikan efisiensi pemupukan ini juga diikuti oleh peningkatan produktivitas hasil panen.

Saat ini, sebagian besar lahan pertanian di Indonesia menghadapi penurunan kualitas tanah akibat penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dalam jangka panjang. Kondisi ini berdampak pada menurunnya aktivitas biologis tanah, berkurangnya efisiensi penyerapan nutrisi, serta meningkatnya biaya produksi petani. Kaylix dirancang sebagai pembenah tanah untuk membantu memulihkan kondisi tanah yang terdegradasi dengan mendukung keseimbangan biologis tanah dan meningkatkan ketersediaan nutrisi bagi tanaman. Pendekatan ini memungkinkan sistem perakaran berfungsi lebih optimal dan mendukung produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Sebelum memperoleh izin edar, Kaylix telah melalui serangkaian uji lapangan dan kegiatan demo plot di beberapa wilayah pertanian, termasuk di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pada kegiatan tersebut, Kaylix diaplikasikan pada komoditas hortikultura dan pangan strategis seperti cabai, tomat, dan padi. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa perbaikan kondisi tanah yang konsisten berkorelasi dengan pertumbuhan tanaman yang lebih seragam, perakaran yang lebih kuat, serta respons pemupukan yang lebih stabil, khususnya pada fase pertumbuhan penting.

Selain berkontribusi pada efisiensi pemupukan, penggunaan Kaylix juga membantu menciptakan kondisi tanah yang lebih mendukung ketahanan tanaman terhadap tekanan lingkungan dan gangguan eksternal. Tanah dengan aktivitas biologis yang lebih sehat cenderung mampu menopang tanaman dengan lebih baik dalam menghadapi kondisi stres abiotik maupun tekanan organisme pengganggu.

“Kaylix dikembangkan dari kebutuhan nyata yang kami lihat langsung di lapangan,” ujar Zachary Nice, Founder & CEO Zentide. “Dengan memperbaiki kondisi tanah, petani memiliki peluang untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, menekan biaya produksi, dan pada saat yang sama menjaga atau meningkatkan produktivitas lahan mereka.”

Kaylix diproduksi menggunakan rumput laut Indonesia yang diperoleh secara berkelanjutan, sejalan dengan komitmen Zentide dalam mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan. Pengurangan penggunaan pupuk kimia melalui pendekatan pembenahan tanah berkontribusi pada upaya jangka panjang Zentide untuk menekan emisi gas rumah kaca, meningkatkan ketahanan pangan, serta memperbaiki pendapatan petani melalui sistem pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Pada tahap awal komersialisasi, Kaylix difokuskan pada sektor hortikultura, sebelum diperluas ke komoditas pangan lainnya. Dengan diperolehnya izin edar ini, Zentide optimistis Kaylix dapat menjadi bagian dari solusi pemulihan tanah pertanian Indonesia, sekaligus mendukung produktivitas petani di tengah tantangan perubahan iklim dan kenaikan biaya input pertanian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Nasional