Connect with us

Nasional

Bagus M. Adam: Buku Digital Bukan Pengganti Buku Cetak, Tetapi Keduanya Saling Melengkapi

Wartajakarta.com-Awalnya eBook merupakan versi digital dari buku cetak. Tetapi eBook bukanlah pengganti dari buku cetak, karena keduanya saling melengkapi. Hal itu diungkapkan praktisi perbukuan, Bagus M. Adam di Jakarta, Kamis malam, 9 Mei 2024.

Bagus M. Adam adalah orang yang bertanggung jawab dalam produksi dan penjualan eBook di penerbit Gramedia.

Bagus M. Adam bicara dalam diskusi Hati Pena, yang diadakan oleh Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA yang diketuai Denny JA. Diskusi daring pada Kamis malam, 9 Mei 2024 itu dipandu oleh Amelia Fitriani dan Anick HT.

Dalam diskusi itu, Adam didampingi oleh pengurus Satupena, Jonminofri Nazir, yang mengelola program eBook Satupena. Satupena belum lama ini mengadakan Sosialisasi Kios Satupena di Gramedia Digital.

Adam juga mengungkapkan, saat ini banyak juga buku yang terbit langsung dibuat versi digital, atau hanya terbit secara digital.

“Buku itu dibaca menggunakan aplikasi di perangkat elektronik. Tampilannya bisa diatur sesuai keinginan,” jelasnya. Ditambahkan Adam, pasar dan teknologi buku digital ini terus berkembang.

Adam memaparkan data dari Statista Market Insights bahwa mayoritas pembaca buku digital adalah generasi Milenial dan Gen Z. Dari total pembaca, 52 persen adalam pembaca laki-laki dan 48 persen pembaca perempuan.

Mengutip data Statista dan Gramedia, Adam menambahkan, jumlah segmen pembaca eBook dalam pasar media di Indonesia diproyeksikan akan mencapai 20 juta orang pada 2026.

Top genrenya, untuk fiksi: roman; young adult (novel remaja); fantasi, sci-fi; detektif dan misteri; manga. Sedangkan untuk nonfiksi: pengembangan diri; bisnis dan keuangan; biografi; memasak; kesehatan.

Sementara itu, Jonminofri Nazir mengatakan, ia sepakat dengan Adam bahwa buku cetak tidak akan hilang, meski sudah ada eBook.

“Dalam 20 tahun ke depan, masih akan ada. Sebab orang yang sudah berumur di atas 50 tahun atau sebagian yang 40 tahun tidak bisa lagi mengubah kebiasaannya membaca buku cetak,” ujar Jonminofri, yang mantan wartawan Harian Pelita ini.

“Makin tua seseorang, dia masih lebih suka baca versi cetak. Tetapi anak-anak muda sekarang, seperti para mahasiswa saya, tidak melihat lagi koran versi cetak,” ujar Jonminofri, yang juga dosen jurnalistik ini.

Menurut Jonminofri, generasi muda sekarang terbiasa tumbuh dengan gawai, membaca segala sesuatu dari gawai, sehingga mereka mulai melupakan versi cetak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

More in Nasional