Connect with us

Pendidikan

ITI Perluas Kolaborasi Global Lewat Forum Jejaring Riset Internasional

 

Wartajakarta.com-Tangerang Selatan, Dalam rangka meningkatkan kerja sama akademik dan penelitian internasional serta memperkuat jejaring riset antarinstitusi riset dan perguruan tinggi, Program Studi Teknik Elektro Institut Teknologi Indonesia (ITI) berkolaborasi dengan Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan _International Guest Lecture and Research Networking Forum_ bertema “_Strengthening International Research Collaboration in Intelligent Mechatronics, Robotics, and Smart Sensing Systems”. Kegiatan yang menghadirkan dosen Teknik Elektro dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan peneliti dari Pusat Mekatronika Cerdas BRIN tersebut berlangsung di Gedung Achmad Bakrie, Kampus ITI, Tangerang Selatan, Senin (22/6/2026).

Forum internasional ini menjadi langkah strategis ITI dalam memperluas kemitraan global, tidak hanya melalui pertukaran pengetahuan, tetapi juga membuka peluang kerja sama penelitian, studi lanjut dosen, hingga program pertukaran mahasiswa dengan UTM Malaysia.

Rektor Institut Teknologi Indonesia, Prof. Dr. Ir. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis., IPU., ASEAN Eng, mengatakan kolaborasi internasional menjadi salah satu kunci meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tingkat global.

“Forum seperti ini bukan sekadar menghadirkan narasumber dari luar negeri, tetapi menjadi langkah strategis untuk memperkuat jejaring akademik. Kami berharap kerja sama ini berkembang menjadi kolaborasi riset, pengembangan sumber daya manusia, hingga pertukaran mahasiswa dan dosen yang memberikan manfaat bagi kedua institusi,” ujar Syopiansyah.

Ia menilai sinergi antara perguruan tinggi di Indonesia dan luar negeri akan memperkuat kualitas pendidikan, riset, serta inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Elektro ITI, Dr. Ir. Tris Dewi Indraswati, S.T., M.T., menjelaskan, hubungan akademik dengan UTM telah terjalin sejak 2023 ketika pihaknya mengadakan Konferensi Internasional EPIIC yang juga bekerjasama dengan Prodi Pendidikan Fisika UNJ. Kehadiran kembali akademisi UTM pada tahun ini menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi yang lebih konkret.

“Alhamdulillah kami mendapatkan kesempatan belajar dari Dr. Mohd Amri bin Md Yunus dari UTM. Beliau memiliki penelitian yang sangat menarik dan membuka wawasan bahwa teknik elektro tidak dapat berdiri sendiri, tetapi harus berkolaborasi dengan berbagai disiplin ilmu untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Tris Dewi.

Menurutnya, melalui kolaborasi dengan UTM Malaysia dan Program Studi Pendidikan Fisika UNJ, ITI menargetkan lahirnya berbagai program kerja sama, mulai dari penelitian bersama, studi doktoral bagi dosen, pertukaran mahasiswa, hingga penyelenggaraan kuliah tamu secara berkelanjutan.

“Kami berharap ke depan ada dosen yang dapat melanjutkan studi S3, kemudian lahir kolaborasi riset, pertukaran mahasiswa, maupun kegiatan kuliah tamu seperti hari ini. Semua itu sangat penting untuk meningkatkan kapasitas akademik sivitas ITI,” ujarnya.

Tris Dewi juga menekankan bahwa perkembangan teknik elektro saat ini semakin bersifat multidisiplin. Menurutnya, teknologi telah menjadi bagian penting di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pertanian, transportasi, hingga industri, sehingga kolaborasi lintas bidang keilmuan menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari.

“Teknik elektro hadir di hampir semua bidang. Mau menjadi dokter, petani, polisi, maupun pilot, semuanya membutuhkan dukungan teknologi. Karena itu, mahasiswa harus rajin belajar dan terus membuka wawasan baru agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” tuturnya.

Selain memperkuat jejaring akademik dengan UTM Malaysia dan UNJ, forum ini juga membuka peluang kolaborasi dengan mitra industri yang selama ini telah bekerja sama dengan ITI, termasuk dalam penyelenggaraan program magang mahasiswa.

Melalui _International Guest Lecture and Research Networking Forum_, ITI berharap kolaborasi internasional yang terbangun tidak berhenti pada kegiatan akademik semata, tetapi berkembang menjadi kemitraan riset berkelanjutan yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Indonesia sekaligus menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Pendidikan