Connect with us

Nasional

Boni Hargens Apresiasi Terobosan Paradigmatik Kapolri

 

Wartajakarta.com-Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka lembaran baru dalam sejarah institusi Polri dengan mendorong Polisi Wanita (Polwan) untuk meraih posisi tertinggi sebagai pimpinan Polri di masa depan.

Pernyataan ini disampaikan Kapolri pada pembukaan The 63rd International Association of Women Police (IAWP) Annual Training Conference 2026 di Bali, Minggu, 20 September 2026

Ruang bagi Polwan di Puncak Kepemimpinan

Dalam pidatonya di hadapan peserta konferensi internasional, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan Polri secara resmi memberikan ruang seluas-luasnya bagi Polwan untuk bersaing dan berkarier hingga level pimpinan tertinggi.

Dia menyebut contoh nyata dari Australia dan Belanda, dua negara yang kepolisiannya telah dipimpin oleh perempuan, sebagai bukti bahwa kepemimpinan perempuan dalam institusi kepolisian bukan sesuatu yang mustahil, melainkan sebuah keniscayaan yang dapat diwujudkan dengan komitmen dan persiapan yang matang.

Kapolri juga mengungkapkan fakta dari total lebih dari 450 ribu personel Polri saat ini, sekitar 6,2 persen atau 29 ribu personel merupakan Polwan.

Angka ini menjadi modal dasar yang signifikan untuk mendorong representasi perempuan yang lebih kuat di seluruh jenjang kepangkatan dan jabatan strategis.

Kapolri secara tegas meminta seluruh Polwan untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat kapasitas profesional, dan secara aktif mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan Polri.

Terobosan Paradigmatik yang Bermakna

Analis politik dan hukum Boni Hargens merespons pernyataan Kapolri dengan apresiasi yang mendalam.

Boni menilai langkah tersebut bukan sekadar kebijakan teknis biasa, melainkan sebuah terobosan paradigmatik yang mencerminkan kematangan berpikir institusi Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Bagi Boni, kemajuan sejati sebuah institusi tidak hanya diukur dari modernisasi peralatan atau pembaruan regulasi, tetapi dari sejauh mana institusi tersebut mampu melakukan reformasi dalam cara berpikirnya.

Apa yang disampaikan Kapolri merupakan suatu terobosan paradigmatik signifikan yang mencerminkan Polri di bawah pimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengalami kemajuan yang magnifikan, tidak hanya dalam reformasi kelembagaan, tetapi dalam reformasi berpikir. Pada waktunya nanti, terobosan berpikir macam ini niscaya membawa Polri pada tahapan budaya institusi yang jauh lebih menjanjikan bagi pembangunan hukum dan demokrasi di Indonesia,” ujar mantan Dewan Pengawas LKBN ANTARA pada Senin (21/9/2026).

Boni menekankan diskursus mengenai kepemimpinan perempuan dalam institusi Polri bukan hanya narasi retoris, melainkan merupakan pergeseran paradigma institusi kepolisian yang harus disertai dengan tindakan nyata dan berkelanjutan.

Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) tersebut menyebut bahwa reformasi berpikir semacam ini, apabila dijaga konsistensinya, niscaya akan membawa Polri menuju tahapan budaya institusi yang jauh lebih menjanjikan, tidak hanya bagi organisasi Polri itu sendiri, tetapi bagi keseluruhan pembangunan hukum dan konsolidasi demokrasi di Indonesia.

Terobosan Nyata Polri untuk Polwan

Boni menegaskan komitmen Kapolri terhadap pemberdayaan Polwan bukan sekadar pernyataan tanpa fakta.

Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mengambil sejumlah langkah konkret dan terukur yang mencerminkan pergeseran paradigma tersebut ke dalam kebijakan institusional yang nyata.

Langkah-langkah ini menjadi bukti bahwa narasi kesetaraan yang diusung Polri memiliki akar tindakan yang kuat dan terstruktur.

Contoh pertama adalah Polri secara aktif mengintegrasikan program pelatihan kepemimpinan khusus bagi Polwan di berbagai jenjang pendidikan kepolisian, mempersiapkan mereka untuk mengisi jabatan-jabatan strategis di seluruh satuan kerja Polri,” ujar Boni.

Selanjutnya, Polwan kini semakin banyak ditempatkan di posisi-posisi strategis dan struktural, mulai dari jabatan Kepala Satuan hingga pimpinan wilayah, sebagai wujud nyata dari kebijakan meritokrasi berbasis kompetensi tanpa diskriminasi gender.

Çontoh ketiga, lanjut anggota Golden Key International Honour Society tersebut, keikutsertaan aktif Polri dalam forum internasional seperti IAWP menjadi jembatan pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik global dalam pemberdayaan polisi perempuan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di panggung kepolisian dunia.

Boni mengakui bahwa perjalanan menuju institusi kepolisian yang benar-benar inklusif memerlukan konsistensi kebijakan, keberanian budaya, dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

Langkah yang telah diambil Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan sinyal kuat bahwa Polri siap menjadi institusi yang tidak hanya modern secara teknis, tetapi juga progresif secara nilai dan paradigma,” ujar Boni.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Nasional