Connect with us

Uncategorized

Horror Screen Festival 2020, Upaya Meramaikan lagi Penonton Film Horor Di Bioskop

 

Wartajakarta.com-Talkshow Perhelatan Jakarta Horror Screen Festival 2020, yang kali ini digelar dua episode sekaligus dengan mengulas tema menarik ‘ Film Horor Itu Seksi Di mata Perempuan?’ pada episode 14 dan ‘Upaya Meramaikan lagi Penonton Film Horor Di Bioskop” episode 15.

Jika anda menyukai film – film horor dengan basis twisted plot, maka tingkat kepuasan menonton film tersebut akan berda di puncaknya.

Bukan itu saja, bahkan banyak film-film horor yang sering men-dagangkan adegan adegan slasher (sadis), masih kita anggap keren!
Tidak ada survey yang pasti seberapa banyak atau lebih banyak mana antara penonton perempuan dan pria yang menyukai film horor.

Namun sering kita jumpai di bioskop-bioskop , bila studio memutar film horor yang ramnai jadi perbincangan, maka tak di pungkiri akan banyak juga penontonnya dari gender perempuan.
Sepertinya di mata perempuan film horor itu memiliki tabiat ‘seksi’ untuk dinikmati sebagai penghibur selera.
Bagaimana mencerna kata ‘seksi’ yang disematkan itu?
Seksi yang didaulat memang bukan ‘mengoceh’ pada persoalan fisik para bintangnya atau tidak dengan adegan bumbu seks dalam film horor!
Kini banyak sineas nasional dan maca-negara, berhasrat tinggi memerankan intelektualnya sebagai misi treatment mem-propaganda pasar dengan kemasan selera.

Secara visual, film horor mulai langka dengan (tak lagi) bertubi-tubi menjajakan sosok sosok setan atau iblis yang buruk rupa serta peran polesan musik jumpscare yang memberondong dengan membosankan.
Pola treatment yang baik lebih terasa mahal ketika mereka sukses menjajakannya kepada penonton.

Bintang film yang juga menjajaki status sebagai produser, Juy Wow mengatakan ‘film horor itu bisa disebut seksi dari segi ketakutannya, jadi kalau film horor saat di tontonnya hanya flat saja, gak bikin jantung berdebar bagi saya itu gak seksi’
Berbeda denga ungkapan foto model, Emma Pederova , menurutnya jika dalam film horor itu ada sosok hantu perempuan yang menakutkan dengan terornya, namun dibalik sosok dan karakter menakutkannya ternyata adalah perempuan cantik, maka menurut Emma itu adalah ‘seksi’
” Semisal juga ada sosok vampir mengerikan yang haus darah, tapi pemerannya aktor tampan, itu pun juga seksi secara visual,” jelasnya.

Keseruan cerita yang berhasil meng-koyak emosional penonton secara naik-turun, juga bisa disebut film horor itu sangat keren dan sukses secara film , alias seksi itu tadi.

Seperti yang dikatakan bIntang film Rebecca Regina : misalnya kita nonton film horor yang membuat kita jadi seru dengan sesuatu yang di hadirkan dalam film itu, menggoyahkan adrenalin, maka sepanjang durasi kita akan sangat menikmatinya.
” Formula cerita dan taste menjadi sangat penting untuk meracik ruang-ruang scary, ”
Sementara sutradara film, Adi Garing menambahkan ; film horor itu berpondasi kepada elemen cerita.
Plot yang bagaimana hendak disampaikan dalam film tersebut.

” Kalau saya bisa disebut film horor itu seksi bagi penonton cewek itu dari segi cerita, juga menempatkan musik pada saat yang tepat ”
Bismar dan Teguh Yuswanto yang mengarahkan acara talkhsow juga berpendapat : ketika kita gak pindah channel saat nonton di rumah atau gak angkat kaki saat nonton di bioskop maka film itu sangat bagus.

” Bahkan mungkin yang lebih seru jika di sebut film horor itu jadi seksi atau keren, ketika gak ada hantunya. Seperti menciptakan rasa takut itu sendiri di benak penontonnya, itu seksi loh buat perempuan, pasti seru kalau nonton dengan mereka di bioskop!” jelas Teguh
” Jadi menurut saya cara sineas horor memanipulasi alam pikiran lewat karyanya itu juga bisa kita bilang film horor itu seksi, tak sekedar keren dan menarik idenya tapi juga ‘mahal’ sebagai tontonan,”
Talkshow berlanjut pada episode 15 yang mendaulat tema juga menarik ; Upaya Meramaikan Kembali Penonton Film Horor Di Bioskop!
Seperti biasa upaya untuk meramaikan penonton film di bioskop tiap-tiap produser punya kita sendiri untuk menjadikan produknya viral, dengan hitung-hitungan, ; bila ramai jadi perbincangan menarik, maka biasanya akan banyak orang mau nonton film tersebut di bioskop.

Akan tetapi, teknik promosi seperti ini juga harus selaras dengan kekuatan materi produknya, artinya -pun jika ramai jadi topik hangat di publik, namun jika hanya untuk sekedar menggelegar saja tanpa dibungkus dengan kualitas filmnya sendiri maka umur jualannyapun tak akan lama!
Bioskop di daerah mulai buka kembali, hanya saja pasar belum punya kebernian untuk meramaikan kembali gedung-gedung bioskop.

” jika berbicara upaya harus bagaimana, maka kita harus bikin film horor yang layak untuk memanggil penonton. Kan kalau ada film horor yang bagus dan ramai dierbincangkan, maka akan banyak orang terpanggil rasa penasarannya, untuk itu mereka mau datang nonton di bioskop, ” papar Teguh Yuswanto, creative director Jakarta Horror Screen Festival 2020.

Sutradara Adi Garing mengatakan harus ada treatment dan gaya berturur cerita yang berbeda, paling penting.

” Juga promosi yang tepat, jadi saat bioskop buka kembali, maka berikanlah penonton sesuatu yang baru, entah itu cerita maupun pemain, umpan mereka ! agar mau datang lagi ke bioskop, apalagi jika itu film horor,”

” Juga peran penting eksibitor untuk meng-gaungkan rasa aman ketika hendak mengajak orang datang ke bioskop di saat kondisi pandemi sekarang ini, ”

” Poster film horor juga garda terdepan sebagai daya tarik promosi. Tapi jangan juga bikin posternya keren tapi filmnya biasa saja, maka penonton akan kecewa,”

” Membuat sesuatu yang viral juga masih jadi jagoan, ”
” Kisah nyata juga masih menjadi daya tarik dalam film horor , ” kata Emma Pederova.

” Apalagi jamannya sosial media saat ini, bikin ajah film horor yang keren dan promosi yang maksimal di area sosial media. Maka akan banyak orang sangat tertarik, ” sambung Rebecca Regina
” Bikin karakter hantu yang unik atau langka di filmkan semisal Gendoruwo, dalam film saya Lantai Empat. Tepuk tangan dong buat Gendoruwo, hahaha…” papar Juy Wow.

Film horor seperti apapun kemasannya punya pasar penonton sendiri.
Apalagi hingga kini masih berlaku notebene jika film horor karya sutradara si anu maka akan laris manis biasanya, tapi kalau dari sutradara yang belum mahfum di cerna pasar namanya, maka hasil penontonnya tak akan unggul.
Nonton film horor di bioskop tentu akan sangat berbeda rasa dibanding nonton di rumah.

Keseruan saat nonton film horor di bioskop akan menjadi kenangan yang masih bisa di ceritakan ulang sebagai kesan dan pesan.

Pendekatan khusus kepada penonton juga harus di lakukan ekshibitor, sebab persoalannya masyarakat masih ‘terkunci’ dengan problem pandemi yang belum usai.

Keberanian masyarakat untuk datang ke bioskop masih dipertaruhkan, meski pihak pengelola bioskop melakukan upaya-upaya lebih relevan semisal membeli satu tiket gratis satu tiket atau diskon setengah harga dan sebagainya, pun belum menjamin akan banyak orang mau berbondong datang ke bioskop.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized