Connect with us

Nasional

NU KIBLAT ISLAM DUNIA DALAM KONSEP ISLAM RAHMATAL LIL “ALAMIN BERAGAMA

Wartajakarta.com- Nahdlatul Ulama akan menyelenggarakan Muktamar ke-34 di Provinsi Lampung, yang salah satu agenda utamanya adalah pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Namun harapan umat bahwa bukan hanya fokus pemilihan ketua umum saja tapi ada gagasan kebangsaan, keumatan yang semua nya demi masa depan Indonesia dan dunia.

Dengan demikian Muktamar meneguhkan kembali nilai-nilai yang da”wahkan
oleh para pendahulu ulama NU yaitu nilai ajaran Ahlussunah Waljama’ah atau lazim disebut Aswaja yang selalu diajarkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat.

Edukasi yang disampaikan oleh Rasulullah At-tawassuth atau sikaf tengah-tengah,sedang-sedang,tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim kanan.Ini sebagai inti sari firman Allah yang artinya
Dan demikianlah kami jadikan kamu sekalian umat Islam umat pertengahan adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi ukuran penilaian atas sikaf dan perbuatan manusia umumnya dan supaya Allah SWT menjadi saksi ukuran penilaian atas sikap dan perbuatan kamu sekalian.

At-Tawazun atau seimbang dalam segala hal,termasuk termasuk penggunaan dalil ‘aqli dalil yg bersumber dari akal pikiran rasiol dan waras.Dan dalil yg bersumber dari Al-Qur’an dan Hadist.

Al-Itidal atau tegak lurus berani berkata benar dan membela yang benar karna Allah karna Allah menjadi saksi pengukur kebenaran yang adil tanpa bisa diintervensi.

Selanjutnya tasamuh juga menjadi nilai yg juga oleh NU yg berhaluan Ahlussunah Waljama’ah baik dalam beragama maupun berbangsa dan bernegara.

Nilai-nilai inilah mesti di implementasikan atau diperkuat oleh para Muktamirin pada muktamar ke 34 dilampung nanti yg sebentar lagi dilaksana dan dihadiri oleh Presiden dan wakil presiden, tentu ini momentum emas untuk warga NU untuk melakukan pertarungan Ide dan gagasan yg berorientasi kepada misi kebangsaan serta keumtan yg lebih maslahat.

Pengamatan saya hiruk pikuk yang terjadi saat ini justru persoalan yg semangat dibahas soal waktu muktamar yg pada waktu lalu sangat tidak produktif bahkan diperdebatkan dan dipertontonkan diruang publik.

Kemudian yang sangat menarik lagi soal siapa Rois “Aam dan Ketua Umum perlu diingat bahwa jabatan Rois Aam jabatan atau amanah yg tidak perlu digalang karna itu jabatan hasil Musyawarah yg tulus deberikan kepada seseorang ulama melalui musyawarah mufakat yg mempunyai Maqom khusus dihadapan Allah.Swt.

Begitu pula jabatan ketua umum mesti diserahkan kepada hati nurani para pemilih wilayah dan cabang tanpa harus dimobilisasi dengan cara yang tidak terpuji apalagi melibatkan institusi negara.

Saya menyampaikan keinginan warga NU di akar rumput Muktamar ke 34 yg diselenggarakan tiga hari kedepan penuh kebahagian menjunjung ukhuwah Nahdiyah, muktamar yang dapat menghasil keputusan yg berpihak kepada umat dan terpilihnya Rois Aam ,Ketua Umum dan tersusun kepengurusan yg akomudatif,responsif dan rekonsiliatif.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

More in Nasional