Connect with us

Nasional

PERWAKILAN NU AMERIKA & KANADA: “MUKTAMAR HARUS HASILKAN PROGRAM YANG MENYENTUH AKAR RUMPUT DAN DIASPORA”

 

Wartajakarta.com-Perwakilan PCINU Amerika Serikat dan Kanada menyampaikan harapan besar kepada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama agar NU semakin kuat bersinergi dengan pemerintah dan mampu menjawab tantangan diaspora di luar negeri.

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua PCNU Amerika Serikat dan Kanada M. Arif Rahman Hakim pada, Kamis, (27/8/2026) di Arena Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, Tambak Beras, Jombang.

Ia hadir di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang mewakili suara diaspora Nahdliyin dari berbagai negara.

Harapan: Sinergi NU dengan Pemerintah Terus Diperkuat

“Harapan kita agar NU secara umum dapat terus kolaborasi dan berintegrasi dengan pemerintah. Sinergi ini bukan barang baru. NU sudah terbukti dari sebelum merdeka sampai hari ini menjadi rekan pemerintah,” ujarnya.

Ia menyebut kedatangan Bapak Presiden langsung membuka Muktamar dan meminta kartu anggota kepada Ketum PBNU sebagai sinyal baik.

“Ini merupakan sinyal baik agar NU ke depan terus eksis dalam kegiatan bermasyarakat,” katanya.

Suara Diaspora: Perkuat Pendidikan dan Ekonomi di Luar Negeri. Khusus untuk NU Luar Negeri, ia membawa harapan dari diaspora NU di Amerika, Kanada dan seluruh dunia.

“Kami dari Amerika Serikat dan Kanada dan teman-teman lain dari seluruh dunia itu juga membawa usulan program. Agar NU ke depan dapat bersinergi secara total dengan sekolah diaspora yang ada di luar negeri, baik itu pendidikan, sosial, ekonomi melalui PCINU yang ada di sana. Karena selama ini ada tapi belum maksimal,” jelasnya.

Kontestasi Ketum: Jangan Hanya Jual Tokoh, Tapi Jual Program. Terkait pemilihan Ketum PBNU, ia berharap calon tidak hanya menjual ketokohan.

“Yang penting bagaimana kita bisa bicara tentang program-program yang urgent dan ke depan sesuai dengan tantangan zaman. Itu akan menjadi sangat penting dalam komisi-komisi nanti,” ujarnya.

Kami menyuarakan kriteria: calon ketua harus punya program yang konteksnya global namun tidak melupakan akar rumput. Tidak hanya dari NU America, tapi untuk NU secara keseluruhan,” tegasnya.

Demokrasi di NU Sudah Jadi Cermin Bangsa. Menanggapi demokrasi di Indonesia, ia menilai sudah cukup baik.

“Saya kira kalau demokrasi sudah cukup baik di Indonesia, walaupun dalam praktiknya tentu belum sempurna. Di Amerika saja yang sudah 250 tahun masih ada praktik yang tidak sesuai. Namun kita terus berbenah,” katanya.

“Melalui Muktamar ini, pemilihan Ketua Umum secara demokratis, itu sudah mencerminkan bagaimana Indonesia sebenarnya sudah mengandung sistem demokrasi sejak sebelum kemerdekaan,” tambahnya.

Muktamar Harus Jadi Momen Gembira dan Evaluasi 5 Tahunan. Ia berharap Muktamar jadi momentum evaluasi dan tempat menyampaikan tantangan diaspora.

“Ini momentum 5 tahunan kita untuk evaluasi. Konteks kami di Amerika, bagaimana tantangan Nahdliyin di Amerika dan Kanada, itu akan kami sampaikan. Negara lain juga akan menyampaikan,” ujarnya.

“Di sisi lain ini harus menjadi Muktamar yang gembira. Kami dari Amerika terbang jauh-jauh ke sini untuk menikmati suasana. Selama ini kami hanya dengar, hanya nonton kameranya. Nah hari ini saatnya kita yang gembira beberapa hari ke depan,” pungkasnya dengan semangat.

Kondisi NU di Amerika dan Kanada. Terkait perkembangan NU di Amerika dan Kanada, ia menyebut terus berkembang meski wilayahnya sangat luas.

Alhamdulillah terus berkembang. Secara geografis Amerika dan Kanada sangat luas, sehingga kami terus berkoordinasi menjalankan program sesuai kebutuhan diaspora di sana,” katanya.

“Beberapa tahun terakhir kami mulai membina program-program di masjid-masjid di Amerika. Kami juga berkolaborasi dan sinergi dengan pemerintah setempat dan komunitas Islam setempat. Ini ciri khas NU: di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” tutupnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Nasional