Connect with us

Pendidikan

Bangun Ingatan Kolektif Bangsa Terhadap Perjuangan Pangeran Diponegoro Perpusnas Peringati 200 Tahun Perang Jawa

Wartajakarta.com-Dalam rangka memperingati dua abad meletusnya Perang Jawa (1825—1830)sebuah peristiwa monumental dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menyelenggarakan serangkaian program bertajuk “MARTABAT” yang berlangsung mulai 20 Juli hingga 20 Agustus 2025.

Acara ini bertujuan membangun ingatan kolektif bangsa terhadap perjuangan Pangeran Diponegoro, memperkuat literasi kebangsaan, dan mengangkat warisan naskah kuno seperti

Babad Diponegoro, yang telah diakui sebagai Memory of the World oleh UNESCO pada tahun 2013. Rangkaian kegiatan ini juga menjadi ajang untuk menggali nilai-nilai perjuangan, spiritualitas, dan ketahanan budaya dari perspektif modem.

Menurut E Aminudin Aziz, Kepala Perpustakaan Nasional, “Kata kunci yang menjadi tajuk peringatan 200 Tahun Perang Jawa adalah MARTABAT (sengaja ditulis dengan huruf kapital)”, hakikat harga diri yang melekat pada setiap insan. Inilah nilai hakiki yang menggerakkan gelora perjuangan Pangeran Diponegoro tatkala ia melihat ketidakadilan kolonial, korupsi, dan kesewenang-wenangan yang merampas hak-hak dasar rakyatnya.”

Rangkaian kegiatan “200 Tahun Perang Jawa” menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan

internasional yang berperan penting dalam bidang sejarah, budaya, seni, dan kebangsaan.

Acara pembukaan akan diisi oleh Presiden Republik Indonesia, yang memberikan Pidato Kebangsaan bertema “Pelajaran dari Patriotisme Diponegoro untuk Indonesia Maju” Tokoh budaya seperti Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Prof. Aminudin Aziz, Ph.D. turut hadir dalam sesi gelar wicara untuk mengulas hikmah Perang Jawa bagi Indonesia masa depan.

Sejumlah akademisi terkemuka, seperti Prof. Dr. Peter Carey (sejarawan Perang Jawa), Prof. Dr. Oman Fathurahman, Bagus Mujjadi, Ph.D., Dr. Christopher Reinhart, dan Dr. Sri Ratna Sakti Mulya, akan tampil sebagai pembicara dalam berbagai sesi diskusi dan bedah buku Rieke Diah Pitaloka juga akan menjadi pembahas Babad Diponegoro dari aspek gender. Dalam ranah seni pertunjukan, sutradara kenamaan Wawan Sofwan memimpin pementasan Teater Diponegoro yang terdiri dari lima fragmen, dengan naskah-naskah karya R. Abdul Azis, ED Jenura, dan Wawan Sofwan sendiri.

Dari dunia dokumenter dan film, acara ini mengundang para produser seperti Subiyanto

(Diponegoro 1830), Mas’ad Taharani (Metro TV), dan Julia Nur Rochmah (Kompas TV), yang akan berdiskusi bersama publik usai pemutaran karya mereka. Dalam bidang seni rupa, karya kolaboratif bertajuk Imaji Visual Spirit Diponegoro akan dipamerkan, menampilkan lukisan monumental dari Ghanyleo, Jono Sugiartono, dan Syis Paindow.

Salah satu sorotan utama dari peringatan ini adalah Pameran bertajuk “MARTABAT” yang berlangsung dari 20 Juli hingga 20 Agustus 2025 di Bangunan Cagar Budaya Perpusnas. Pameran ini menghadirkan untuk pertama kalinya berbagai artefak, versi-versi Babad Diponegoro, naskah-naskah kuno, surat pribadi, sketsa, dan koleksi literatur langka yang mengungkap sisi kepribadian, intelektual dan spiritual Diponegoro. Disusun secara tematik,

Pengunjung akan diajak menelusuri babak-babak penting seperti Mustahar (masa kecil sang pangeran), yg Perang Sabil, Muslihat, hingga Lentera Bangsa. Pameran ini juga dihadirkan dalam versi digital melalui platform Google Arts & Culture, memungkinkan akses global terhadap warisan sejarah bangsa.

Melalui kehadiran lintas bidang ini, Peringatan 200 Tahun Perang Jawa diharapkan tidak hanya menjadi ajang peringatan sejarah, tetapi juga ruang dialog yang menyatukan pemikiran, ekspresi budaya, dan semangat kebangsaan lintas generasi.

Aminudin menambahkan, “Kami percaya, ingatan kolektif bangsa harus selalu dipelihara agar martabat bangsa tetap tegak. Tekad inilah yang kami usung menjadi visi kami dalam mengemban khidmat kebangsaan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa: Perpustakaan hadir demi martabat bangsa.”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Pendidikan