Connect with us

Ragam

DPD APPGINDO lampung Siap Menjadi bagian dari Gugus Tugas Covid-19 Guna Pengawasan Prokes di Pernikahan

WartaJakarta.com-Lampung

 

Pelaku industri pernikahan mulai berancang-ancang menyiapkan usulan protokol di industrinya menjelang diberlakukan tatanan baru kehidupan alias The New Normal Covid-19 oleh pemerintah.

 

“Protokol ini disiapkan karena pemerintah sudah mulai mempersiapkan untuk situasi New Normal Covid-19.

 


APPGINDO adalah salah satu asosiasi yang tergabung dalam GP3I. Asosiasi lainnya adalah Harpi Melati, PPJI, Aspedi, Hastana, dan Hipdi. Mereka adalah para pelaku yang terlibat dalam pelaksanaan acara pernikahan, antara lain terkait dengan hotel dan gedung pertemuan, catering, dekorasi, hiburan, pemandu acara, sanggar rias, bridal, jas dan gaun, kartu undangan, suvenir, hingga wedding organizer.

Meski dihadapkan dengan peraturan Protokol Kesehatan (Prokes) dari pemerintah, Vendor atau penyelenggara Pernikahan tetap semangat menjalankan bisnisnya.

Tidak terkecuali di Propinsi Lampung, banyak bermunculan Vendor yang menggelar acara pernikahan dengan mematuhi Prokes yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Untuk itu, dibentuklah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Pernikahan dan Gaun Indonesia (APPGINDO) Propinsi Lampung yang dibentuk pada Bulan  Oktober 2020 lalu di Lampung,” ujar Ketua DPD APPGINDO Propinsi Lampung, Mardyatuti kepada WartaJakarta , Minggu (14/3/21).

Menurutnya, DPD APPGINDO Propinsi Lampung dibentuk, karena di Lampung belum ada asosiasi atau wadah yang bisa menghimpun semua vendor-vendor berkaitan dengan penyelenggaraan wedding/pernikahan secara heterogen.

“Kami butuh asosiasi ini di Lampung, agar kami bisa lebih maju dan berkembang, karena sebelumnya koneksi kami ke Jakarta.

Selain itu, agar kami bisa berbagi yang di Lampung sekaligus memajukan Perweddingan di Lampung,” ujar Cucu sapaan akrab dari Mardyatuti ini.

Cucu yang sudah lama berkecimpung di dunia Wedding Organizer (WO) ini menjelaskan, DPD APPGINDO Propinsi Lampung memiliki 100 anggota, dengan sejumlah bidang di asosiasi tersebut, antara lain bidang WO, Catering, Dekorasi, Papan Aksesoris, dan musik.

Saat ini kata Cucu, program yang telah dilakukan DPD APPGINDO Propinsi Lampung adalah program Seribu Cinta berkaitan dengan Hari Valentine pada Februari 2021 lalu.

Program Seribu Cinta ini dengan melakukan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) ke Panti Werdha dan panti asuhan yang ada di propinsi Lampung, dengan membagikan sembako, uang tunai dan masker pada 18 Februari 2021 lalu.

Ia mengungkapkan, di Lampung pelaksanaan pernikahan masih dibatasi dengan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, seperti kapasitas ruangan acara pernikahan 50 persen dari jumlah kapasitas ruangan yang digunakan.

Selain itu kata Cucu, pelaksanaan 3 M, yaitu Mencuci tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak, menjadi persyaratan ketat yang harus dilakukan oleh penyelenggara pernikahan.

“Musik aja tidak boleh sama sekali dalam resepsi pernikahan,” ungkap Cucu.

Ia menambahkan, untuk mencari solusi dari masalah ini, DPD APPGINDO sempat mengirim surat permintaan audensi kepada Walikota Lampung. Namun karena ada pergantian Walikota, maka surat audensi belum sempat dijawab oleh Pemda setempat.

“Karena sekarang sudah pergantian Kepala Daerah, kami akan membuat surat audensi kembali,” ujar Cucu.

Sejumlah permohonan yang akan disampaikan APPGINDO jika diterima audiensinya, diantaranya Kedepannya Gugus Tugas Covid-19 bisa ada bersama dengan Vendor penyelenggara pernikahan disetiap acara pernikahan.

Setidaknya menurut Cucu, jika ada Gugus Tugas Covid-19, pihaknya dengan adanya Gugus Tugas, lebih nyaman untuk mengingatkan tamu menggunakan masker, “Pasti tamu akan lebih nurut, tapi Tugas Covid-19 jangan hanya kunjungan singkat saja tapi sampai selesai acara resepsi pernikahan tersebut,” ujarnya.

Cucu menegaskan, DPD APPGINDO Lampung akan bersedia jika diminta sebagai bagian dari Gugus Tugas Covid-19 dalam pengawasan Prokes penyelenggaraan pernikahan.

Ia mengungkapkan, Panitia penyelenggara pernikahan tidak bisa selalu memperhatikan orang untuk mengingatkan orang pakai masker. “Di sini resepsi pernikahan, kadang selesai makan lupa pakai masker,” ujar  Cucu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

More in Ragam