Connect with us

Ragam

PSMTI ( PAGUYUBAN SOSIAL MARGA TIONGHOA INDONESIA ) Menyambut Hari Kemerdekaan Bansos Kepada ‘Anak Kolong Jembatan Dengan Program Sunatan Massal Bersama RS UKRIDA’

 

WartaJakarta.com-Jakarta

Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia biasanya diisi dengan berbagai kegiatan meriah dan kegiatan positif lainnya. Setelah melewati badai pandemi dengan tingginya kasus virus Covid-19 beberapa tahun lalu membuat perayaan HUT RI terpaksa tidak dilaksanakan. Pada tahun ini, seiring dengan penurunan angka penyebaran virus Covid-19, maka peringatan HUT RI ke-77 bisa dirayakan kembali dengan berbagai kegiatan menarik dan menyenangkan.

Begitu juga dengan Organisasi PSMTI Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia.
Usai berkolaborasi dengan beberapa lembaga dalam menyelenggarakan operasi katarak gratis, kali ini Rumah Sakit UKRIDA bersama dengan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana (FKIK UKRIDA), serta Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), mengadakan bakti sosial berupa sunatan massal, yang menyasar sebanyak dua ratus anak laki-laki usia 5 hingga 17 tahun.

Acara bertema “Rayakan Kemerdekaan dengan Sunatan Massal” ini untuk pertama kalinya diadakan di RS UKRIDA. Tujuannya adalah membantu meringankan beban para orangtua, khususnya mereka yang kurang mampu. Juga merealisasikan landasan nilai RS UKRIDA, yaitu rhema (melayani dengan cinta kasih sesuai firman Tuhan) dan eirene (mendukung terwujudnya masyarakat damai sejahtera), serta mewujudkan pengabdian RS UKRIDA bagi bangsa dan negara.

“RS UKRIDA dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia, mempersembahkan layanan sunatan massal agar masyarakat bisa merayakan hari dirgahayu dengan satu kesukaan dalam mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas,’’ ujar dr. Eka Widrian Suradji, PhD, direktur RS UKRIDA.

Kegiatan sunatan massal ini lahir dari kepedulian RS UKRIDA, untuk memberikan bantuan sosial kepada masyarakat, secara khusus mereka yang berasal dari kalangan menengah ke bawah. Pasalnya, biaya yang dibutuhkan untuk melakukan sunat atau sirkumsisi rata-rata sekitar Rp 500 ribu. Tentunya, jika tindakan medis ini bisa diberikan secara cuma-cuma, bisa membantu meringankan warga tersebut.

Manfaatnya pun tidak sedikit. Dari segi kesehatan, sunat bisa mengurangi risiko terjadinya penyakit menular seksual, mencegah penyakit pada penis (misalnya nyeri pada kepala atau kulup penis yang disebut fimosis), mengurangi risiko terjadinya infeksi saluran kemih yang berkaitan dengan masalah ginjal, mengurangi risiko terjadinya kanker penis, dan mengurangi risiko kanker serviks pada pasangan.

“Saya percaya, saat kita melakukan satu tindakan kebaikan dengan menebarkan akar ke segala arah, akar itu akan tumbuh dan membuat pohon baru,” ujar Wakil Ketua Umum Departemen Sosial Kemasyarakatan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Pusat Lusiana Oey. Ia menambahkan, pihaknya merasa senang dapat berkolaborasi dengan RS UKRIDA karena kegiatan sunatan termasuk dalam salah satu program sosial di Misi Kesehatan PSMTI. Jadi, kegiatan sunatan massal seperti yang dilakukan di RS UKRIDA ini bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh mereka,ujar Lusiana Oey,kepada WartaJakarta ,Jumat( 19/8) 2022 dalam rilis yang diterima di Jakarta.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Kamis, 18 Agustus 2022 tersebut, dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama pukul 08.00-12.00 WIB, dengan target peserta sunat sebanyak seratus orang. Lalu pada pukul 13.00-17.00 WIB, akan dilakukan tindakan sirkumsisi pada seratus peserta lainnya.
Seperti disebutkan sebelumnya, bahwa kegiatan baksos ini juga merupakan hasil kerja sama dengan FKIK UKRIDA, sebagai wujud pengabdian fakultas kepada masyarakat. “Pengabdian kepada masyarakat FKIK UKRIDA diselenggarakan oleh para dosen dan mahasiswa dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian, maupun bakti sosial termasuk kegiatan khitanan massal bersama RS UKRIDA dan PSMTI, yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” papar dr. Antonius Castilani, M. Si, DFM, selaku dekan FKIK UKRIDA.

Fakultas yang usianya memasuki tahun ke-56 ini, memiliki empat program studi mencakup Pendidikan Kedokteran, Pendidikan Profesi Dokter, Optometri, dan Keperawatan. FKIK UKRIDA juga merupakan salah satu Institusi Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan swasta tertua di Indonesia yang konsisten menjalankan Tridharma Pendidikan, penelitian Ilmiah dan pengabdian kepada masyarakat.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

More in Ragam